SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori meminta PT Pertamina (Persero) bertanggung jawab untuk perawatan jalan yang selama ini menjadi akses keluar masuk mobil tangki menuju Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Sibolga. Pasalnya, kondisi jalan tersebut rusak parah, berlubang seperti kubangan kerbau.
Jalan tersebut yakni Jalan Pari, Jalan Badar dan Jalan Janggi di Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Permintaan ini disampaikan Jamil saat mengunjungi Kantor Depot Pertamina Sibolga atau TBBM Pertamina Sibolga, di Jalan Janggi, Kota Sibolga, pada Selasa, 5 November 2019.
Dalam kunjungan tersebut, Jamil diterima oleh Supervisor Maintenance Service TBBM Pertamina Sibolga, Mulya Hamzah dan Supervisor Receiving Storage Distribution, Erfan Saputra.
Pada kesempatan itu, Jamil menjelaskan kondisi badan jalan milik Pemerintah Kota (Pemko) di sekitar Depot, yang telah rusak parah.
Menurut Jamil, kerusakan lebih disebabkan oleh tingginya volume kendaraan pengangkut BBM yang melintas di jalan itu.
Dikarenakan, ruas jalan Pari dan Janggi merupakan akses utama menuju pintu masuk dan keluar mobil tangki ke Terminal Pengisian BBM.
Bahkan akibat persoalan tersebut, warga sengaja memblokir (menutup) akses di jalan Pari, sehingga tidak lagi bisa dilalui kendaraan khususnya mobil tangki pengangkut BBM.
“Jalan yang rusak ini, sebahagian besar karena dipergunakan untuk keluar dan masuk kendaraan dari lokasi Pertamina Sibolga.
“Sebagai penyambung aspirasi masyarakat, maka saya menyampaikan agar pemeliharaan jalan (di jalan Pari dan Janggi) ini bisa dibantu Pertamina melalui dana CRS (Corporate Social Responsibility) nya,” ujar Jamil.
Dikatakan Jamil, cukup beralasan jika PT Pertamina ikut bertanggung jawab melakukan perawatan badan jalan yang berada di sekitar Depot.
Bila terealisasi, tentu akan meringankan beban APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Sibolga untuk perawatan dan perbaikan infrastruktur jalan.
“Pada APBD Sibolga tahun 2019, sesungguhnya perbaikan jalan ini sudah dialokasikan. Namun dengan pertimbangan lokasi jalan ini dekat dengan Pertamina, dan fasilitas ini juga dipergunakan oleh Pertamina,” sebutnya.
Supervisor Maintenance Service Depot Pertamina Sibolga Mulya Hamzah, menanggapi persoalan yang disampaikan Jamil.
Mulya menyarankan, permintaan perawatan badan jalan ke PT. Pertamina disampaikan melalui surat permohonan dari Pemko Sibolga.
“Tanpa surat itu, kami (Depot Pertamina Sibolga) tidak bisa bekerja dan mengusulkannya ke Kantor Pusat PT Pertamina,” sebutnya.
Di tempat terpisah, seorang warga jalan Pari bernama Tati kepada wartawan menceritakan keluhannya.
Ia mengaku terganggu dengan kondisi jalan rusak dan berlubang yang berada persis di depan rumahnya.
“Kalau lewat mobil tangki (kendaraan pengangkut BBM) itu kan, rumah kami terasa macam gempa. Padahal kami sudah sering ingatkan supirnya, tapi tetap saja ngebut kalau lewat.
Karena kesal dengan kondisi jalan yang sudah rusak, Tati dan warga lainnya sepakat menutup jalan agar tidak lagi bisa dilalui kendaraan pengangkut BBM.
“Setahun yang lalu, warga sini sudah pernah menyampaikan usulan Depot itu, tapi katanya harus ke Medan. Makanya kami warga sini, menutup jalan biar gak bisa lagi mobil tangki itu lewat dari sini,” ucapnya dengan nada kesal.
Pada hari yang sama, Jamil meninjau ke lokasi jalan Pari yang diblokade. Ia menghimbau kepada Lurah serta warga setempat, agar bersedia kembali memberi akses bagi kendaraan pengangkut BBM yang ingin melintas.
“Saya sudah minta ke Pertamina, untuk sementara waktu, jalan yang berlubang akan diupayakan segera ditutup,” sebutnya.(*)


Tinggalkan Balasan