TAPANULIPOST.com – Viral di TikTok, seorang perempuan muda berkata kasar dan kotor menghina Palestina yang sedang berkonflik dengan Israel.

Perempuan yang membuat video penghinaan itu diduga adalah warga Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

Dalam video viral yang menyebar lewat TikTok beberapa hari ini, terlihat seorang perempuan sedang menyetrika pakaian. Dia kemudian bicara soal konflik antara Palestina dan Israel.

“Apa kalian? Palestina, Palestina, Israel yang benar. Palestina babi. Udah? Eh asal kelen tahu ya, ustaz dari Arab aja mengakui kalau Israel nggak salah,” ucap wanita tersebut sambil menggerakkan setrika, seperti dilihat Kamis, (20/5/2021).

Advertisements

Baca juga: Korsatpel Terminal Sibolga Kejang-kejang Setelah Ronde Kedua di Ranjang Hotel

Ada logo TikTok dengan nama akun @sarinaborumanik. Namun, video tersebut sudah tak ada lagi di akun tersebut.

Meski demikian, video tersebut telah beredar di Facebook dan lewat pesan WhatsApp. Pemilik akun TikTok tersebut diduga merupakan warga Tapanuli Tengah.

Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, mengatakan dirinya telah melihat video tersebut. Dia mengatakan ucapan perempuan tersebut tidak tepat dan memalukan.

Baca juga: Bupati Tapteng Geram Ada Oknum Menakut-nakuti Kepala Sekolah Ujung-ujungnya Minta Uang

Bupati juga mengatakan telah meminta Camat Manduamas, yang diduga merupakan domisili pemilik akun, mengecek benar-tidaknya warga tersebut berdomisili di Tapteng.

“Pertama-tama, kalau memang itu warga Tapteng, saya minta maaf,” ucap Bakhtiar kepada wartawan.

Bupati Bakhtiar pun berharap polisi turun tangan mengusut pemilik akun tersebut dan melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku.

Baca juga: Lapas Sibolga Kembali Panen Semangka 4 Ton

“Polisi atau pihak berwajib memproses sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Bakhtiar mengimbau warga Tapteng tidak terprovokasi oleh video tersebut. Dia mengingatkan warga agar bijak menggunakan media sosial.

“Jangan ingin terkenal, tapi menghina orang lain dan mencaci maki orang lain,” tukas Bakhtiar. (*)