TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara pemilu 2019 di tingkat Kecamatan Sarudik dilaksanakan tanpa dibantu oleh Staf Sekretariat PPK. Rapat pleno yang mulai dilaksanakan Sabtu, 20 April dan masih berlangsung hingga 22 April 2019 itu, juga tidak dihadiri satu orang Anggota PPK.

Sebelumnya, Saksi Capres Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf, Ronal Pakpahan mengaku geram melihat sikap Camat Sarudik, karena dinilai tidak mendukung pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara pemilu 2019 di tingkat Kecamatan Sarudik yang dilaksanakan, Sabtu, 20 April 2019.

Pasalnya, tidak satupun petugas Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sarudik yang hadir pada rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara. Padahal seyogyagianya, Sekretariat PPK yang terdiri dari pegawai kantor Kecamatan Sarudik itu hadir untuk memfasilitasi dan membantu pelaksanaan repat pleno tersebut.

Menurut Ronal Pakpahan, ia mendapat informasi bahwa ketidakhadiran mereka diduga karena mendapat tekanan dari Camat Sarudik.

Advertisements

“Salah seorang Anggota PPK itu bekerja sebagai tenaga honorer di kantor camat. Kita mendapat kabar bahwa mereka diduga diintimidasi supaya tidak hadir, karena Ketua PPK tidak mau diajak kerjasama. Seharusnya dari awal Camat Sarudik tegas terhadap pegawainya yang ikut rekrutmen PPK. Kalau memang gak bisa, katakan tidak bisa. Jangan setelah sekarang baru tidak dikasi ijin. Ada apa ini dengan Camat Sarudik,” tukas Ronal yang juga menjabat sebagai Ketua PAC PDIP Kecamatan Sarudik.

Untuk itu, Saksi Jokowi ini meminta Bawaslu dan Anggota DPRD Tapteng untuk mempertanyakan integritas Camat Sarudik selaku aparat pemerintah, yang seharusnya mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan pesta demokrasi.

Haris Sihombing, yang saat ini menjabat sebagai Plt Camat Sarudik ketika dikonfirmasi mengatakan, mereka kelelahan sehingga pegawainya yang bertugas sebagai Staf Sekretariat PPK tidak bisa ikut memfasilitasi rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara.

“Mereka (Sekretariat PPK) meminta untuk istirahat, mereka semua sudah kecapaen,” kata Haris Sihombing ketika dikonfirmasi melalui telepon, Minggu, 21 April 2019.

Camat Sarudik membatah terkait adanya tudingan yang menyebut ada tekanan dari Camat sehingga Sekretariat PPK dan salah seorang Anggota PPK yang juga bekerja sebagai honorer di kantor kecamatan, tidak ikut pada rapat pleno.“Itu hoax semua itu,” kata Haris. (red)