SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Ria Elminar Marbun, orang tua Almarhum Gisel Rezeki Pratama Pasaribu resmi melaporkan Rumah Sakit (RS) Ferdinand Lumban (FL) Tobing Sibolga ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sibolga, Rabu, 31 Juli 2019. Pelaporan tersebut dibuat atas kasus kematian anaknya yang diduga akibat kelalaian rumah sakit.

Ria Elminar Marbun datang bersama suaminya Ronaldus Pasaribu Bondar dan didampingi Penasehat hukumnya Parlaungan Silalahi membuat laporan ke Polres Sibolga sekira pukul 13.00 WIB.

Laporan orang tua Gisen Pasaribu diterima dengan nomor LP/198/VII/2019/SU/RES SBG. Di surat tersebut dicantumkan RSU FL Tobing Sibolga dilaporkan dengan tindak pidana Karena kelalaiannya mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Laporan pengaduan orang tua Gisen Pasaribu tersebut langsung diproses pihak Polres Sibolga. Usai membuat laporan di SPKT, kedua orang tua Gisen langsung diperiksa penyidik untuk diminta keterangan terkait kematian anaknya di ruang rawat di RSU FL Tobing Sibolga.

Advertisements

Gisen Pasaribu merupakan pasien RSU FL Tobing Sibolga, yang meninggal setelah tenaga medis menyuntikkan cairan obat ke dalam infusnya pada Kamis, 20 Juni 2019.

Sehari sebelumnya, Gisen Pasaribu menjalani operasi Hernia di rumah sakit itu.

Pihak keluarga sebelumnya mengklaim kematian Gisen Pasaribu diduga lantaran kelalaian dan kecerobohan tenaga medis di rumah sakit itu. Gisen meninggal beberapa menit setelah tenaga medis menyuntikkan cairan obat kedalam infusnya.

Gisen Pasaribu merupakan warga Desa Sidikalang Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kematian Gisen, yang merupakan anak pertama dari 4 bersaudara itu sangat membuat keluarganya merasa terpukul. Kematian Gisen dinilai cukup janggal, karena tiba-tiba kejang dan langsung meninggal usai disuntik cairan obat.

Hingga kini pihak keluarga mengaku belum mengetahui apa penyebab kematian Gisen. Kematian Gisen masih menjadi misteri, karena pihak RSU FL Tobing Sibolga sampai kini belum mengungkapkan penyebab kematian pelajar di SMA Negeri 1 Sorkam Barat tersebut.

Direktur RSU Dr Fl Tobing Sibolga Donna Pandiangan belum berhasil dikonfirmasi terkait laporan orangtua Gisen ke polisi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat yang dikirim belum mendapat balasan.(red)