TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Tengah telah mulai melakukan reses I masa sidang Tahun 2019. Anggota DPRD Tapteng, Antonius Hutabarat dari Partai Hanura memanfaatkan masa reses dengan menemui konstituennya di Kelurahan Pasir Bidang, Kecamatan Sarudik, Jumat, 8 Februari 2019.
Selain dihadiri ratusan warga, reses ini juga dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, perwakilan dari Dinas PUPR Tapteng, Bappeda dan Dinas Kesehatan Tapteng serta beberapa pemuka agama, tokoh masyarakat dan pemuda.
Antonius Hubarat mengatakan, reses ini sangat penting dilaksanakan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang berada di daerah pemilihannya.
[irp posts=”5518″ name=”Massa AMPUH Sebut Kejari Sibolga Tuntut Bandar Togel 2 Bulan”]
“Aspirasi masyarakat nantinya akan dibawa ke dalam sidang paripurna melalui fraksi masing-masing sebagai laporan untuk dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk menyusun rencana pembangunan Tahun Anggaran 2020,” kata Antonius.
Dalam kegiatan reses tersebut, warga Pasir Bidang tampak begitu antusias menyampaikan keluhan dan aspirasinya kepada anggota Dewan yang sudah mereka beri kepercayaan.
[irp posts=”5530″ name=”Anggota DPRD Simalungun Sayangkan Masih Ada Kantor Pangulu Nagori Jarang Buka”]
Seperti disampaikan Krisman Simanullang warga setempat. Ia mengeluhkan persoalan banjir yang masih kerap melanda Pasir Bidang. Kata Krisman, warga juga mengeluhkan masih maraknya peredaran narkoba jenis ganja di daerah itu.
“Kami sudah sangat resah, kami takut anak kami menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Kami minta supaya diberantas dengan serius,” ungkap Krisman.
Selain itu, ungkapnya, warga juga mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan di daerah itu, sehingga membuat kenakalan remaja meningkat karena wilayah itu gelap.
“Kami meminta kepada Pak Antonius untuk membawa aspirasi kami ke pemerintah, dan dapat merealisasikan permintaan warga Pasir Bidang,” ujar Krisman Simanullang.
[irp posts=”5511″ name=”AMPUH Desak Kejagung Copot Kajari Sibolga”]
Sementara warga lainnya, meminta agar dibangun Puskesmas di daerah itu. Sebab tempat pelayanan kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di daerah itu sudah tidak lagi difungsikan karena dalam keadaan rusak.
“Dari dulu saya sudah minta dibangun Puskesmas, supaya masyarakat disini bisa lebih dekat berobat. Karena masyarakat disini sudah banyak yang sudah tua, kan susah kalau harus berobat jauh-jauh,” katanya.
Menjawab keluhan dan aspirasi warga, Antonius mengatakan akan segera menindak lanjuti aspirasi masyarakat ke gedung dewan dan pemerintah daerah.
Terkait masalah maraknya narkoba, kata Antonius, DPRD Tapteng akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memberantasnya. “Lembaga kita akan menyurati kepolisian,” kata Antonius.
Untuk usulan pembangunan Puskesmas, ungkap Antonius, pembangunannya masih terkendala masalah lahan. Warga Pasir Bidang belum ada yang bersedia menjual tanahnya dengan harga NJOP untuk lokasi pembangunan Puskesmas.
“Untuk itu kita berharap ada masyarakat yang mau menjual tanahnya sesuai harga NJOP untuk pembangunan Puskesmas. Pustu sudah ada, tapi lantainya sudah turun,” ucapnya.
[irp posts=”5489″ name=”Polisi Amankan Pengusaha Ikan dan Belasan Kayu Ilegal Diduga dari Mursala”]
Terkait keluhan lampu jalan, kata Antonius, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menampung anggaran pengadaan LPJU.
Antonius mengungkapkan, selama menjadi Anggota DPRD Tapteng, dia selalu memberikan perhatian dalam hal pembangunan daerah Pasir Bidang. Hal itu dia buktikan dengan mendorong pembangunan Sekolah Dasar di Kelurahan itu.
[irp posts=”5485″ name=”PLN Sibolga Luncurkan Inovasi Layanan Cepat ke Pelanggan Baru”]
“Saya mempunyai tanggung jawab dengan daerah ini, karena saya sudah dipilih 300 suara dari Pasir Bidang ini. Tahun sebelumnya, cita-cita masyarakat untuk memiliki sekolah dasar sudah terwujud,” ungkap Ketua Partai Hanura Tapteng itu.
Selain itu, lanjut Antonius, pembangunan di Pasir Bidang dalam beberapa tahun terakhir juga terus gencar dilakukan, sehingga daerah itu kini tidak lagi menjadi daerah kumuh.
“Dengan keadaan sekarang, saya tidak setuju Pasir Bidang itu dikatakan kumuh. Pelan-pelan daerah Pasir Bidang ini sudah merangkak menjadi daerah yang layak huni,” ucap Antonius.

“Walau pun merangkak menjadi daerah perkotaan, tapi pembangunan Pasir Bidang tetap terus dilaksanakan. Sekarang sudah layak huni, sudah pemukiman yang sehat. Sehingga saya kurang sepakat bila dikatakan Pasir Bidang adalah daerah kumuh,” tukasnya.
[irp posts=”5532″ name=”Beginilah Kondisi Jalan Nasional Menuju Padangsidimpuan”]
Antonius menambahkan, jika nantinya pada Pileg nanti dia tidak lagi terpilih sebagai Anggota DPRD Tapteng, namun dia menyatakan akan tetap mendorong pembangunan di Pasir Bidang diakhir sisa jabatannya.
“Seandainya saya tidak lagi terpilih, saya tetap akan wujudkan pembangunan jalan yang tertunda di Lorong 11 Pasir Bidang, pembangunannya di tahun depan karena masa kerja kami berakhir sampai 2020,” kata Calon Ketua DPRD Tapteng ini.
Pada kegiatan reses tersebut, warga Pasir Bidang memberikan ulos kepada Antonius Hutabarat sebagai ucapan terima kasih dan bentuk dukungan.
[irp posts=”5527″ name=”Musrenbang Gabungan Tiga Kecamatan Sampaikan Usulan Prioritas Pembangunan”]
Sementara itu, Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani berjanji akan menuntaskan masalah banjir di Pasir Bidang pada tahun ini.
“Kami tuntaskan tahun ini penanganan banjir di daerah ini. Pondok Batu sudah selesai. Tidak mungkin sekaligus juga, karena keterbatasan anggaran. Kita yakinkan tahun 2019 ini sudah selesai,” kata Bakhtiar Sibarani.


Tinggalkan Balasan