SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Ratusan petugas penyembelihan hewan kurban di Kota Sibolga menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid test oleh Dinas Kesehatan setempat di Gedung Zakat Kota Sibolga, Rabu, 29 Juli 2020.
Kadis Kesehatan Kota Sibolga, Firmansyah Hulu mengatakan, pemeriksaan kesehatan dan rapid test itu untuk memastikan petugas kurban sehat, sehingga masyarakat tetap aman dari potensi penularan dan juga langkah pencegahan Covid-19 pada Idul Adha 1441H nanti.
Firmansyah menuturkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan dan rapid test ini untuk menindaklanjuti instruksi Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk dalam rangka pelaksanaan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 H/2020 M pada masa Tatanan Kenormalan Baru (new normal), perlu dilakukan pengaturan dengan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.
Seluruh Ketua BKM Masjid di Kota Sibolga diminta untuk mengarahkan para panitia kurban mulai dari petugas penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan dan pendistribusian daging hewan kurban, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid test.
“Dua hari lagi kita akan memperingati Hari Raya Idul Adha, kita pastikan supaya orang yang mengerjakan penyembelihan hewan itu sehat, dengan melakukan rapid test dan pemeriksaan kesehatan,” kata Firmansyah Hulu kepada Tapanulipost.com, Rabu siang.
Firmansyah mengungkapkan, ada sebanyak 300 orang petugas kurban yang akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid test, mulai 29 Juli sampai 4 Agustus 2020.
“Kita harap semua panitia kurban yang bertugas bersedia dilakukan pemeriksaan kesehatan dan rapid test. Kita akan terus melakukan edukasi dan menghimbau kepada warga supaya tidak takut menjalai rapid test. Apalagi sudah 8 orang yang sudah sembuh,” tukasnya.
Lebih lanjut Firmansyah menjelaskan, untuk mekanisme pembagian hewan kurban tetap dilakukan di Masjid, dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
“Dengan penerapan protokol kesehatan ini diharapkan pelaksanaan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban berlangsung aman sesuai tuntunan Agama Islam, sekaligus meminimalisir risiko akibat terjadinya kerumunan dalam satu lokasi,” ujar Firmansyah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Sibolga, Sri Wahyuni menjelaskan, selain menjalani rapid test petugas penyembelihan hewan juga akan menjalani serangkaian peneriksaan kesehatan.
“Petugas Medis juga memeriksa gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak, sakit tenggorokan, sakit kepala, mual, muntah, diare, lemas, atau gejala lainnya,” jelas Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni mengatakan jika nantinya ditemukan petugas yang memiliki gejala seperti yang disebutkan, maka panitia diminta untuk mencari penggantinya.
“Dan orang tersebut akan kita arahkan berobat ke Puskesmas atau ke Rumah sakit. Sedangkan orang yang reaktif hasil rapid testnya akan langsung diambil swab, kemudian diisolasi,” jelas Kabid P2P didampingi Kasi Surveilen dan Imunisasi Dinkes Sibolga, Mustika Panggabean.
Seperti kita ketahui, Hari Raya Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 31 Juli 2020, di mana masyarakat harus tetap waspada penularan dan penyebaran Covid-19. (red)


Tinggalkan Balasan