TAPANULIPOST.com – Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani meresmikan Jembatan Hamzah Al Fansuri menjadi destinasi wisata, pada Rabu (8/12/2021) malam sekira pukul 21.00 WIB. Acara peresmian dimeriahkan pesta kembang api yang berlangsung selama 7 menit.

Jembatan Hamzah Al-Fansuri yang berada di Kecamatan Barus, menjadi salah satu ikon di Kabupaten Tapanuli Tengah. Jembatan ini merupakan karya Anak Tapteng. Dimana pembangunannya diprakarsai oleh Bakhtiar Ahmad Sibarani yang merupakan Putra Barus.

Jembatan yang pembangunannya berbiaya Rp. 52 miliar itu didesain sangat megah dengan dihiasi lampu yang berwarna-warni.

Kehadiran jembatan dengan panjang 100 meter kali 10 meter itu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena menghubungkan beberapa desa, yakni Desa Kampung Mudik, Bungo Tanjung, Kinali dan Ujung Batu. Selama ini masyarakat di desa tersebut terisolir. Sebelum jembatan dibangun kendaraan roda empat tidak pernah masuk ke desa tersebut. Hanya ada jembatan gantung yang cuma bisa dilalui kendaraan roda dua.

Advertisements

Selain itu, keberadaan jembatan ini juga menjadi sumber rezeki masyarakat setempat. Pasalnya, banyak wisatawan yang datang ke jembatan itu sejak diresmikan oleh Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani pada bulan Desember 2019 lalu. Setiap malam kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat untuk berswafoto dan juga menjadikan konten di media sosial masing-masing.

Peresmian jembatan Hamzah Al-Fansuri menjadi destinasi wisata ditandai dengan menekan tombol sirine oleh Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani bersama Wakil Bupati Darwin Sitompul dan Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan.

Usai tombol sirine berbunyi Panjang, pesta kembang api pun dimulai dan berlangsung selama 7 menit. Langit malam di Barus yang dihiasi kembang api disaksikan oleh ribuan warga yang memadati jembatan dan juga lapangan yang berada di bawah jembatan.

Sebelumnya, Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam sambutannya mengatakan, bahwa pembangunan jembatan Hamzah Al-Fansuri ini merupakan bentuk keadilan bagi masyarakat di desa yang selama ini terisolir.

Bakhtiar mengungkapkan, sejak kecil dia sudah memiliki impian dan cita-cita ada jembatan dibangun untuk menghubungkan Desa Kampung Mudik, Bungo Tanjung, Kinali dan Ujung Batu, mengingat sangat sulitnya masyarakat yang ada di desa tersebut untuk mendapatkan akses jalan.

“Saya selaku Putra Daerah lahir dan besar di Kecamatan Barus ini memiliki tanggungjawab dan cita-cita untuk mewujudkan pembangunan jembatan ini,” kata Bakhtiar Sibarani.

Bakhtiar menjelaskan, jembatan Hamzah Al-Fansuri ini telah diresmikan pada tahun 2019 lalu. Pembangunan jembatan dikerjakan kurang lebih selama satu tahun, anggarannya bersumber dari bantuan keuangan provinsi yang dimasukkan ke APBD Tapteng.

Menurut Bakhtiar, selama proses pembangunan jembatan ini dirinya mendapatkan fitnah dan hujatan. Namun baginya, hal itu adalah tantangan yang harus dihadapi demi mewujudkan cita-citanya.

“Kami perjuangkan jembatan ini dibangun, segala fitnah dan hujatan datang tapi saya tetap tenang dan saya ladeni dengan santai. Jembatan ini dirancang oleh putra Tapteng, dibangun oleh putra daerah dan tendernya di Tapteng, dan semua pertanggungjawabannya oleh Bupati Tapteng. Saya pernah berkata kepada Kadis PU, demi jembatan ini jangankan tantangan, penjara pun akan saya hadapi asal jembatan itu harus terwujud di Kecamatan Barus,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bakhtiar mengatakan, anggaran pengadaan lampu hias jembatan Hamzah Al-Fansuri juga ditampung di APBD Tapteng. Keberadaan lampu hias itu diharapkan bisa menjadi menjadi daya tarik bagi wisatawan daerah maupun luar daerah untuk datang berkunjung ke Barus, selain berwisata rohani.

“Saya dapat informasi, sudah puluhan ribu orang yang datang sejak jembatan ini diresmikan. Ini menjadi objek wisata yang luar biasa,” beber Bakhtiar seraya mengatakan beradaan destinasi wisata baru ini juga telah meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Bakhtiar menambahkan, acara peresmian destinasi wisata jembatan Hamzah Al-Fansuri dilaksanakan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat yang sudah sangat memburuk akibat pandemi covid-19.

“Saat ini Kabupaten Tapanuli Tengah sudah berstatus level 1, kami sebagai pemerintah harus bergerak untuk membangkitkan ekonomi masyarakat khususnya di bidang pariwisata, dan pada malam ini kami meresmikan jembatan Hamzah Al-Fansuri sebagai salah satu destinasi wisata,” ujar Bakhtiar.

Turut hadir pada acara peresmian tersebut Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu bersama sejumlah Anggota DPRD Tapteng, Ketua DPRD Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, Kapores Tapteng, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Tapteng dan Pemko Sibolga, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat. (Preddy Situmorang)