SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Iqbal Bintang salah seorang anggota Paskibra Kota Sibolga, mengaku tidak pernah mendapatkan kekerasan dari pelatih saat menjalani latihan paskibra beberapa waktu lalu.

“Saya tidak pernah dipukul atau ditempeleng oleh pelatih, dan sepanjang saya melihat saat pelatihan tidak pernah ada tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelatih,” kata Iqbal kepada TAPANULIPOST.com, Kamis (25/8) di Pandan.

Iqbal mengatakan, sebagai seorang anggota Paskibra, mendapatkan teguran dan peringatan dari pelatih merupakan hal yang biasa. Menurut Iqbal menjadi anggota Paskibra itu harus memiliki disiplin yang tinggi.

Siswa SMA Negeri 3 Sibolga ini mengaku pernah ditepuk dibagian bahunya oleh pelatih ketika ia berbuat kesalahan. Namun, bagi Iqbal, tindakan yang dilakukan pelatih masih dalam hal yang wajar agar mereka disiplin.

“Ya itu sih masih wajar. Itu cuma mengingatkan biar kita disiplin,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah dirinya mengetahui siapa anggota Paskibra yang mengadu kepada orangtuanya telah ditempeleng oleh pelatih. Iqbal coba menebak, “Mungkin salah seorang dari Paskibra 45. Karena saya mendengar dari pelatih mengatakan, mereka (Paskibra 45) kurang disiplin,” ungkapnya.‎

Ini isi sms interaktif dari orangtua salah seorang anggota paskibra yang tidak menyebutkan identitasnya, yang diterbitkan salah satu koran lokal di Sibolga.

“Kepada yang terhormat, bapak Dansatradar Sibolga, tolong kalau bapak mengirim anggota bapak melatih Paskibra Kota Sibolga, jangan yang tempramental dan sok hebat. Anak saya dilatih paskibra itu bukan untuk ditempelengi dan dipukul, tapi dibina dengan baik. Kalau tidak mampu menghadapi karakter remaja sekarang jangan sok jadi pelatih. Terimakasih.”

Namun, hal itu dibantah oleh Dansatradar 234 Sibolga Letkol (lek) Bambang Suyanto melalui Kadis Ops, Kapten Hardiman Hasibuan.

“Kenyataannya di lapangan, kita juga sudah konfirmasi kepada  panitia, koordinator dan pelatih dari Angkatan Laut, itu tidak ada. Jadi, kami merasa pencemaran nama baik terhadap institusi kami. Ini klarifikasi dari kami, supaya tidak ada lagi pencemaran nama baik,” kata Kapten Hardiman Hasibuan kepada TAPANULIPOST.com, Kamis (25/8).

“Kita sudah komunikasi dengan Sertu Wilton Lumban Batu bahwa dirinya tidak pernah memukul, menempeleng bahkan bersifat anarkis terhadap anggota paskibra. Dia melakukan pelatihan dalam tahap wajar,” ungkapnya.

Kapten Hardiman juga mengaku sudah melakukan konfirmasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sibolga selaku panitia dan Koordinator lapangan pelatih Paskibra terkait kemungkinan adanya perlakuan anarkis pelatih kepada anggota paskibra.

“Begitu dia kasi konfirmasi, kita kan tidak langsung percaya, saya coba konfirmasi lagi ke pelatih lain, ternyata jawaban teman-temannya tidak ada (memukul),” imbuhnya. (red)