TAPTENG, TAPANULIPOST – Penebangan liar yang marak terjadi di kabupaten Tapanuli Tengah, sudah sangat meresahkan warga. Para pelaku illegal logging bukan hanya menebang kayu di hutan, tapi juga sudah merambah ke lahan warga tanpa ijin pemiliknya.

Hal tersebut terjadi di Desa Lumut Maju, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah. Warga di daerah itu mengeluh, pohon yang berada di lahannya ditebang para pelaku penebangan liar.

“Mereka melakukan penebangan tanpa IPK dan persetujuan dari pemilik lahan,” ujar Sojanolo Ndaha salah seorang warga pemilik lahan, Selasa (28/3) seperti dilansir wartatapanuli.

Sojanolo mengungkapkan, penebangan liar itu diketahuinya ketika dia melihat salah seorang warga berinisial AR, melangsir kayu jenis kapur yang telah diolah. Melihat itu, Sojanolo bersama dengan Kepala Desa Lumut Maju, Atalisi Lahagu, menyelidiki asal kayu tersebut.

AR mengaku kayu tersebut diambil dari kebun Sojanolo atas suruhan seorang berisinial AG.

“Saat kami tanya, dia mengatakan disuruh AG warga Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri,” ungkap Sojanolo.

Mendengar informasi itu, Sojanolo dan Kepala Desa langsung bergegas menuju kebun dan melihat pohon di lahannya telah ditumbang.

Warga berharap penegak hukum segera bertindak menangkap pelaku pembalakan liar yang sudah sangat meresahkan. Selain telah merugikan warga pemilik lahan, bahaya longsor juga mengancam pemukiman penduduk atas aksi pembalakan liar itu.

“Ini sudah sangat merugikan kita. Kami berharap pihak penegak hukum segera menindak pelakunya. Apalagi pembalakan liar sudah lama berlangsung di Desa Lumut Maju,” ucap Sojanolo.

Sementara Kepala Desa Lumut Maju Atalisi Lahagu mengaku kesulitan untuk menghentikan aksi pembalakan liar yang terjadi di desanya.

“Saya pernah menegur mereka agar tidak lagi merambah hutan, tapi tak dihiraukan,” katanya. (red)