NIAS, TAPANULIPOST.com – Sebanyak 17 awak kapal KM Formosa-12 berhasil selamat setelah kapal mereka diterjang ombak besar di perairan Pulau-pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Selasa, 5 Maret 2019 sekira pukul 05.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, berdasarkan hasil komunikasi via telepon pihak Lanal Nias dengan Nakhoda (Kapten) kapal KM Formasa-12, Sunaidi Situmeang, berikut kronologi kejadian tenggelamnya tersebut akibat terjangan ombak.

Pada Hari Selasa (5/3/2019) pukul 05.30 WIB, ABK KM. Formasa-12 mendapati kebocoran di bagian depan dan belakang lunas kapal yang kemungkinan disebabkan oleh terbukanya beberapa titik lunas kapal, karena terjangan ombak yang cukup keras.

Saking derasnya air yang masuk ke dalam ruang mesin, ABK tidak sempat untuk melakukan penyelamatan kapal, sehingga Kapten kapal memutuskan untuk melompat secara bersama-sama menggunakan perlengkapan renang dan swamvest.

Advertisements

Setelah melompat, seluruh awak kapal berjumlah total 19 orang berkumpul menjadi 3 kelompok. 2 orang ABK yang menjadi kelompok paling sedikit terbawa arus menjauh dari dua kelompok utama.

Mendapati keadaan tersebut. Kapten kapal memerintahkan 2 ABK itu untuk berusaha berenang mendekat kembali ke kelompok utama, tapi karena derasnya ombak, 2 ABK itu semakin menjauh. Sampai akhirnya pada pukul 14.30 WIB 2 ABK yakni Safruddin hutagalung dan Henri P Hutagalung tidak nampak lagi dari penglihatan kelompok utama.

Pukul 16.30 WIB, 17 ABK ditolong oleh nelayan kapal pancing dari Gunung Sitoli (nama kapal belum diketahui) dan dibawa menuju Labuhan Rima, Nias Selatan.

Setelah menurunkan beberapa ABK, Kapten kapal berusaha mencari 2 ABK yang belum ditemukan menggunakan kapal pancing yg telah menolongnya.

Sampai sekitar pukul 19.00 WIB 2 ABK blm ditemukan, selanjutnya kapal melayan pancing tersebut kembali menuju Labuhan Rima mengantarkan Kapten kapal KM. Formasa 12.

Kemudian kapal pancing tersebut berlindung di Teluk Kepres karena kondisi cuaca sangat buruk.

Danlanal Nias, Letkol Laut (P) Dian Poernomo Sidhi mengatakan mendata kembali awak kapal yang ditemukan selamat tersebut.

“Info yang kami dapat dari Kapten kapalnya sendiri, ada 17 ABK yang sudah tertolong. Kita akan memastikan kebenarannya dengan meminta dokumentasi personil ABK yang selamat,” ujar Danlanal ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat. (red)