GUNUNGSITOLI, TAPANULIPOST.com – Akhir-akhir ini di Kota Gunungsitoli, situasi semakin hangat dibicarakan bakal cakada dan cawakada yang siap bertarung di pilkada 2020. Sejumlah nama yang mencuat berasal dari kalangan politisi maupun dari kalangan non partai. Salah satu nama yang muncul dari kalangan Politisi Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) Drs Dalisati Zebua.
Dalisati Zebua, semakin hangat dibicarakan di kalangan masyarakat arus bawah. Pasalnya dari beberapa nama calon yang mencuat, Dalisati disebut-sebut menjadi calon terkuat merebut kursi orang nomor satu di Kota Gunungsitoli.
Niat dan optimisme Dalisati Zebua untuk maju di pilkada terkuak saat wartawan Tapanulipostcom melakukan wawancara usai mengikuti rapat paripurna di kantor DPRD Kota Gunungsitoli di Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli, Selasa, 16 Juli 2019.
Disinggung mengenai partai pengusung, Dalisati mengaku sudah ada dua partai politik yang bakal mengusungnya di Pilkada mendatang. Namun, menurut Dalisati terlalu cepat jika saat ini disampaikan ke publik, karena yang pasti tinggal melakukan pendekatan lebih serius lagi kepada partai yang ingin berkoalisi untuk mengusungnya di pilkada 2020.
“Bila Tuhan mengijinkan saya maju, dan menang 90% tanpa money politic. Kalau masyarakat memilih saya, tentu saya memenuhi segala kebutuhan, kepentingan, serta permintaan yang meningkatkan kesejahteraan hidup mereka,” ujar Dalisati.
Sedangkan figur Cawakada yang akan dipasangkan dengannya masih dirahasiakan namanya. Sinyal bahwa adanya sosok yang mendapinginya, Dalisati mengakui ada salah satu tokoh tetapi dari non partai politik.
“Ada beberapa visi misi yang kita ajukan di Pilkada nanti, seperti menertibkan pemungutan fee proyek dan pungutan liar lainnya. Kemudian pembangunan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan dan pembangunan SDM,” kata Dalisati.
Dimana menurutnya, upaya pembangunan daerah di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat tidak dapat berjalan dengan baik dan maksimal, jika masih ada tradisi pemungutan fee proyek.
“Kalau waktunya sudah tiba, saya akan menyampaikan semua visi-misi saya. Di sana nanti, masyarakat bisa membedakan visi-misi Cakada lain dan visi-misi punya saya yang benar-benar memihak kepada mereka,” ujarnya.
“Apabila Tuhan menolong dan melolos saya sebagai calon, kita akan bekerja keras untuk itu. Keseriusan dalam berjuang, mengedepankan ke pentingan pro rakyat karena kita mengiginkan perubahan demokrasi yang bersih dan sehat,” tandasnya mengakhiri.(yas)


Tinggalkan Balasan