SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Menghadapi libur Natal dan Tahun baru 2018, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga telah mempersiapkan 5 unit kapal penumpang untuk melayani rute Sibolga-Gunung Sitoli dan sebaliknya. Selain itu, juga ada tambahan Kapal penumpang KM Lawit untuk melayani rute Sibolga-Padang-Jakarta.

“Kita sudah siapkan 5 kapal untuk melayani penumpang dari Sibolga ke Nias,” kata Kepala Kantor KSOP Sibolga Augustia Waruwu kepada TAPANULIPOST.com, Senin, 18 Desember 2017.

Kepala KSOP Sibolga ini menyebut, kapal-kapal itu diambil dari ASDP dan swasta. Tiga kapal merupakan milik Perusahaan Swasta WJL, sementara dua kapal penumpang lainnya adalah milik ASPD.

“Juga ada tambahan kapal penumpang yang didatangkan dari Jakarta, akan tiba di Pelabuhan Sibolga pada tanggal 23 malam nanti,” sebutnya.

[irp posts=”2601″ name=”RSUD Dr FL Tobing Sibolga Raih Akreditasi Bintang Lima”]

Augustia mengungkapkan, bahwa jauh-jauh hari pihaknya sudah bersiap untuk menghadapi arus mudik Natal dan Tahun baru dengan melakukan korrdinasi antar instansi.

“Mulai bulan Nopember kemarin, kami sudah mempersiapkan dan membentuk Posko. Kami juga sudah mengadakan rapat koordinasi dengan intansi terkait bagaimana agar tidak ada kendala di lapangan, sehingga arus mudik berjalan dengan lancar,” ungkap Augustia.

Meski diprediksi tidak akan terjadi lonjakan penumpang pada mudik Natal dan Tahun baru kali ini, namun pihaknya tetap mengantisipasinya dengan cara kapal penumpang harus langsung kembali ke Pelabuhan Sibolga setelah tiba di Pelabuhan Gunung Sitoli.

[irp posts=”2565″ name=”Sambut Natal, Kepedulian Pengacara Silalahi Ini Sangat Menyentuh Hati”]

“Pada rapat tersebut, kita juga mengambil sebuah keputusan, bahwa apabila penumpang membludak maka kapal WJL dan ASPD harus putar kepala. Seperti tahun sebelumnya lonjakan penumpang terjadi pada tanggal 22 sampai 24 Desember. Tapi kami prediksi tidak akan terjadi lonjakan karena jadwal penerbangan juga akan ditambah,” tukasnya.

Sebelumnya, lanjut Augustia, sesuai intruksi Jenderal Perhubungan Laut tentang pemeriksaan kelaikan kapal dalam rangka angkutan Natal dan Tahun baru, telah dilakukan rekam uji petik dan memastikan kapal laik laut sehingga dapat digunakan oleh masyarakat untuk mudik.

“Tim uji petik keselamatan kapal dari Kementerian Perhubungan telah memeriksa kelayakan kapal dan alat-alat keselamatan kapal. Agen dan nakhoda kapal juga diminta untuk meminta data dari BMKG sekali 6 jam,” tandasnya. (red)