Tapanulipost.com, Sibolga – Bagi Ali Amri (62), program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penyelamat dalam perjuangannya melawan penyakit diabetes.

Pria kelahiran 1963 itu terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan kelas 3 dan rutin menjalani kontrol kesehatan di Klinik Yakin Sehat, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tempat ia terdaftar.

Ali didiagnosis menderita Non-Insulin-Dependent Diabetes Mellitus without complications atau diabetes tipe 2 tanpa komplikasi. Sejak mengetahui kondisinya, ia disiplin menjalani pemeriksaan dan mengonsumsi obat secara teratur.

“Sejak tahu saya mengidap diabetes, saya harus rutin kontrol dan minum obat. Untungnya saya peserta BPJS Kesehatan, jadi tidak perlu khawatir soal biaya. Semua sudah ditanggung,” ujarnya sambil tersenyum, Senin (10/11/2025).

Advertisements

Sebelum menjadi peserta JKN, Ali mengaku sempat cemas dengan tingginya biaya pengobatan untuk penyakit kronis. Kini, berkat kepesertaan JKN, ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa beban finansial.

“Sekarang setiap bulan saya kontrol ke Klinik Yakin Sehat. Petugasnya ramah dan selalu menjelaskan dengan jelas. Saya juga diajari cara menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga supaya kadar gula darah tetap stabil,” tuturnya.

Menurut Ali, pelayanan di klinik tempatnya berobat sangat baik dan tidak membeda-bedakan peserta, termasuk mereka yang tergolong PBI. Ia merasa lebih tenang karena tidak lagi memikirkan biaya setiap kali kontrol.

“Kalau saya hitung, biaya obat dan pemeriksaan lumayan besar kalau bayar sendiri. Tapi dengan JKN, semua jadi ringan. Saya bisa fokus menjaga kesehatan tanpa khawatir biaya,” kata Ali penuh rasa syukur.

Selain membantu dari sisi pembiayaan, Ali juga mendapatkan manfaat edukasi kesehatan. Tenaga medis di klinik rutin memberikan penyuluhan mengenai pola makan, aktivitas fisik, dan pentingnya minum obat secara teratur.

“Petugas selalu ingatkan jangan telat minum obat dan jaga pola makan. Kalau saya lupa kontrol, mereka juga ingatkan. Itu sangat membantu,” tambahnya.

Penyakit diabetes melitus masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini muncul akibat gangguan metabolisme yang menyebabkan kadar gula darah meningkat karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Jika tidak ditangani dengan baik, diabetes dapat menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan ginjal, jantung, dan saraf.

Namun, dengan akses pelayanan yang memadai seperti yang disediakan program JKN, penderita diabetes tetap bisa menjalani hidup sehat dan produktif.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, Nur Eva Parindury, mengapresiasi kisah inspiratif yang dialami Ali Amri. Menurutnya, keberhasilan peserta dalam mengelola penyakit kronis menjadi bukti nyata manfaat JKN bagi masyarakat.

“Cerita Pak Ali Amri menjadi contoh nyata bagaimana JKN membantu peserta mengelola penyakit kronis seperti diabetes. Peserta mendapatkan pemeriksaan rutin, pengobatan berkelanjutan, dan edukasi kesehatan tanpa terbebani biaya. Inilah tujuan utama program JKN, memastikan semua masyarakat mendapat layanan kesehatan yang layak,” jelas Nur Eva.

Nur Eva menambahkan, BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan mutu layanan dengan menggandeng fasilitas kesehatan tingkat pertama dan lanjutan.

“Edukasi promotif dan preventif adalah kunci agar masyarakat tidak hanya datang saat sakit, tapi juga aktif menjaga kesehatannya,” pungkasnya. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Tapanulipost.com di GOOGLE NEWS

Dapatkan berita terkini lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Tapanulipost.com dengan klik tautan ini.