SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Kepala Imigrasi Kelas II TPI Sibolga, Bambang Tri Cahyono menerima audensi Pengurus Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sibolga-Tapteng di ruang kerjanya, Rabu 29 Januari 2020.
Bambang Tri Cahyono menyatakan siap bermitra dengan wartawan yang tergabung dalam organisasi PWI.
Bambang mengakui sangat membutuhkan kerjasama wartawan untuk menyampaikan informasi kepada warga. Apalagi mengingat wilayah kerja Kantor Imigrasi Sibolga yang cukup luas mencakup 12 Kab 3 Kota di Sumatera Utara.
“Dengan wilayah kami yang sangat luas, kalau tidak dibantu rekan pers, kami kewalahan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata Bambang didampingi Edy Ginting selaku Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Anton Purnomo Hadi sebagai Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan, dan juga didampingi Kasi Lalintuskim, Heryansyah Daulay.
Bambang Tri Cahyono, yang baru dilantik sebagai Kepala Imigrasi Sibolga pada tanggal 17 Januari 2020 itu pun mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pengurus PWI ke kantornya. Dia berharap hubungan yang telah terjalin selama ini dengan wartawan bisa terjalin lebih harmonis lagi.
“Kami sangat terbuka, supaya kinerja Imigrasi bisa lebih diketahui masyarakat. Misalnya selain melayani paspor, kami juga mengawasi keberadaan orang asing. Untuk itu jangan sungkan-sungkan bila ada masyarakat yang mengetahui keberadaan orang asing bisa disampaikan kepada kami,” ujarnya.
Dikesempatan itu, Bambang Tri Cahyono mengungkapkan rencana membuka Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi di Kabupaten Mandailing Natal, guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang ada di daerah itu.
Kebijakan pembukaan UKK Imigrasi itu berdasarkan permintaan dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Utara.
“Permintaan agar dibuka UKK di Madina itu atas permintaan dari Bupati Madina. Dan mereka bersedia menyediakan semua fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan. Kami dari Imigrasi Sibolga sebatas menempatkan petugas kami di sana untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petugas yang disiapkan oleh Pemkab,” ungkapnya.
Keberadaan UKK imigrasi di Madina nantinya akan memudahkan masyarakat dari segi transportasi, menghemat waktu dan memangkas jarak tempuh. Karena sesuai data, setiap tahun sekitar 500 orang warga Madina yang memohon paspor haji dan umroh.
“Dengan jarak tempuh antara 5-6 jam dari Madina ke Sibolga, pasti cukup melelahkan bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Bambang Tri Cahyono, kesiapan pengoperasian UKK di Manida tinggal menunggu informasi dari Pemkab Madina. Penjejakan sudah dilakukan sejak awal 2019 lalu.
“Kami dari Imigrasi Sibolga sangat senang UKK bisa hadir di Madina dan tinggal menunggu petunjuk dari bapak Bupati meresmikan,” kata Bambang.
Ketua Pokja PWI Sibolga-Tapteng Sahat Jason Gultom, STh mengucapkan terima kasih kepada Kepala Imigrasi Sibolga yang telah menerima kunjungan audensi PWI.
Jason mengatakan, setelah menerima SK Kepengurusan Pokja PWI Sibolga-Tapteng dari PWI Sumut, pihaknya langsung menyusun rangkaian program kerja sebagai bukti PWI sudah hadir di Kota Sibolga dan Tapteng.
“Program kerja yang akan dilaksanakan PWI Sibolga-Tapteng tahun ini, yaitu menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Sibolga-Tapanuli Tengah,” kata Sahat Jason Gultom didampingi Wakil Ketua Haris Sikumbang, Sekretaris Preddy Situmorang, dan Bendahara Jhonny Simatupang. (red)


Tinggalkan Balasan