TAPANULIPOST.com – Kepala BPJS Cabang Sibolga Bernat Sibarani memantau langsung kegiatan pemeriksaan kesehatan peserta Prolanis di Puskesmas Sambas, Kota Sibolga, Selasa (12/7/2022).
Bernat Sibarani mengatakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah program yang diluncurkan BPJS Kesehatan dengan tujuan untuk mengelola kondisi kesehatan pasien peserta BPJS Kesehatan, yang mengidap penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
“Tujuannya adalah bagaimana kita bisa mengelola kondisi kesehatan mereka. Seperti kita ketahui dua penyakit ini, DM dan Hipertensi adalah penyakit yang tidak bisa sembuh, sehingga kita memastikan supaya penyakit-penyakit tersebut tidak komplikasi,” kata Bernat Sibarani kepada Tapanulipost.com di Puskesmas Sambas.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup bagi pasien yang mengidap penyakit DM dan Hipertensi, dan upaya pencegahan komplikasi berlanjut.
“Kita mau menjaga kondisi kesehatan mereka, supaya nanti kondisi kesehatan masyarakat terkelola dengan baik, tidak menimbulkan komplikasi. Jika sudah terjadi komplikasi akan mengakibatkan penurunan kondisi kesehatan, yang akibatnya nanti akan menimbulkan biaya yang lebih besar untuk perawatan kesehatan mereka. Kita tahu DM kalau kita enggak kelola dengan baik, maka bisa jadi gagal ginjal. Sedangkan hipertensi bisa juga ke jantung dan kolesterol,” jelas Bernat.
Pasalnya, ungkap Bernat, biaya yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan untuk penyakit jantung menyedot biaya terbesar di dalam komposisi pelayanan BPJS Kesehatan.
Kepala BPJS Cabang Sibolga Pantau Pemeriksaan Kesehatan Peserta Prolanis

Lebih lanjut dikatakan Bernat, saat ini ada sebanyak 1.600 orang peserta Prolanis di seluruh FKTP di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Sibolga.
Peserta Prolanis yang sudah terdaftar akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin yang mencakup pemeriksaan gula darah, tekanan darah dan kolesterol.
“Untuk DM ada pemeriksaan gula darah, untuk yang hipertensi juga kita melakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterolnya juga, ini per 6 bulan,” papar Bernat.
Untuk pemeriksaan kesehatan bagi peserta Prolanis, BPJS Kesehatan Cabang Sibolga bekerjasama dengan Laboratorium Prodia dan Laboratorium Klinik Anugerah Kabanjahe.
“Kenapa kita kerja sama dengan dua laboratorium, karena mereka bersedia untuk bisa menjangkau sampai dengan FKTP yang jauh dari perkotaan, sehingga memang 4 kota kabupaten wilayah kerja BPJS Kesehatan Sibolga dibagi dua, satu dikerjakan oleh Lab Prodia, satu lagi dikerjakan Lab Anugerah dari Kabanjahe,” jelasnya.
Di Puskesmas Sambas peserta Prolanis berjumlah 60 orang, namun yang hadir untuk pemeriksaan kesehatan sebanyak 34 orang. Usai menjalani pemeriksaan kesehatan, para peserta Prolanis mengikuti senam bersama.
“Dalam rangka HUT BPJS Kesehatan, hari ini juga dilakukan senam serentak di seluruh FKTP yang ada di Indonesia untuk mengejar rekor MURI,” kata Bernat. (red)


Tinggalkan Balasan