TAPANULIPOST.com – Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengeluarkan guguran lava pijar pada Sabtu (18/3/2023) pagi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terdapat 17 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya atau Kali Bebeng.
Selain itu, BPPTKG juga mencatat adanya 37 kali gempa guguran, empat kali gempa fase banyak, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan gempa tektonik jauh dalam.
Asap kawah dengan tekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 75-150 meter di atas puncak kawah.
Meskipun Gunung Merapi telah mengalami aktivitas vulkanik yang cukup tinggi, BPPTKG masih mempertahankan status Siaga atau Level III yang ditetapkan sejak November 2020 silam.
Potensi bahaya saat ini adalah guguran lava dan awan panas guguran di Kali Woro sejauh 3 km dari puncak, Kali Gendol sejauh 5 km dari puncak, Kali Boyong sejauh 5 km dari puncak, serta Kali Bedog, Krasak, Bebeng sejauh 7 km dari puncak.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar di alur sungai berhulu Merapi, terutama saat terjadi hujan di puncak gunung. Warga di sekitar Gunung Merapi juga diminta untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi dari BPPTKG dan pihak berwenang terkait.


Tinggalkan Balasan