TAPANULIPOST.com – DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sibolga, menggelar kegiatan vaksinasi di HKBP Sibolga Baru, Kota Sibolga, Jumat, (17/9/2021).
Kegiatan Vaksinasi “Ora Et Labora” ini didukung penuh Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Sibolga, dan tenaga kesehatan dari Dinkes Sibolga.
Ketua DPC GAMKI Sibolga, DR Lucien Sitanggang mengatakan, aksi vaksinasi itu digagasi oleh Bidang Aksi Pelayanan DPC GAMKI Kota Sibolga yang dikomandoi oleh Resmi Panjaitan dan Aguswarni Waruwu.
“Puji Tuhan, kegiatan ini berjalan lancar dan penuh suka cita. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan dan Wakil Wali Kota Pantas Lumbantobing, Kapolres Sibolga AKBP Taryono, Dandim 0211/TT, dan semua pihak yang telah mendukung sepenuhnya kegiatan vaksinasi dan pemberian sembako kepada kader-kader GAMKI dan masyarakat Kota Sibolga yang belum menerima vaksin pertama dan vaksin kedua,” kata Lucien.
Lucien juga tidak lupa mengimbau, agar masyarakat tidak takut untuk menerima vaksin dan ikut proaktif mendukung program pemerintah dalam usaha menuntaskan pandemi Covid-19 di Kota Sibolga.
“Pemberian vaksin ini adalah salah satu bentuk upaya serius pemerintah yang harus didukung oleh masyarakat, sehingga masyarakat harus turut bekerja sama menyukseskan apa yang telah diprogramkan oleh Satuan Gugus Tugas,” ujarnya.
Ratusan masyarakat yang ikut dalam kegiatan vaksin pertama dan kedua ini terlebih dahulu diobservasi oleh tenaga kesehatan yang dikoordinir oleh dr. Dinda (Kepala Puskesmas Pelabuhan).
Salah satu masyarakat yang menerima vaksin, Roslinda Sihombing, mengaku senang atas pelayanan vaksinasi yang diberikan oleh DPC GAMKI Kota Sibolga dan tenaga kesehatan.
Usai kegiatan vaksinasi, Sekretaris DPC GAMKI Michael Simorangkir, menyerahkan bingkisan kepada masyarakat.
Tidak lupa Michael juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih serius menjalankan protokol kesehatan dan membantu pemerintah dalam pemberantasan Covid-19.
Michael pun meminta agar masyarakat tidak mudah percaya berita hoax, dan jangan mau terprovokasi oleh kelompok dan golongan yang tidak bertanggungjawab dalam memberikan informasi. (ril)


Tinggalkan Balasan