“Tapi dua tahun belakangan ini saya itu hampir tiap sore bakar ikan, sekarang dipinggir laut Sibolga dan Tapteng sudah (ada) ikan. Ini fakta yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun. Tapi sekarang ini sudah mulai lagi beroperasi dengan diam-diam, dengan kata alasan sampai bulan 12 ini masih dikasi kesempatan. Itu menurut saya hanya alasan klasik,” ungkap Bupati.

Dikesempatan itu, Bupati Tapteng meminta Menteri Susi untuk memberikan perhatian lebih terhadap pulau dan laut Tapanuli Tengah dan Sibolga, dengan menurunkan bantuan ke daerahnya.

“Saya sangat berharap kepada Ibu kapan ada waktu ibu datang ke daerah saya dan mohon bantuan. Banyak pulau di daerah saya supaya bisa dimanfaatkan. Fakta yang tidak bisa dibantah siapapun nelayan kecil sangat cinta dengan ibu Susi,” ujar Bupati.

Menteri Susi pun langsung menimpali, bahwa sebelumnya dirinya sudah berencana akan mengunjungi Sibolga dan Tapanuli Tengah. Namun, ungkap Menteri Susi, dirinya kuatir kedatangannya ke daerah tersebut justru akan menimbulkan konflik antara nelayan tradisional dan pukat trawl.

Advertisements

[irp posts=”2867″ name=”Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani Berangkatkan 23.367 Ton Beras Sejahtera Untuk Disalurkan ke Masyarakat Kurang Mampu”]

“Saya tadinya mau datang kesana, tapi katanya tidak boleh karena nanti akan menimbulkan konflik antara (nelayan) yang trawl dan bukan trawl. Persoalannya yang trawl itu kan cuma berapa kapal saja, tapi aparatnya membekingi trawl ini. Saya tiap hari dapat sms dari Sibolga, yang menangis karena rumponnya habis diseret oleh kapal kapal trawl. Diberhentikan sebentar, jalan lagi besoknya. Katanya ada didukung oleh Pak Bupati, ternyata Bupati justru tidak (mendukung), jadi saya kaget yang dukung mereka itu siapa,” kata Menteri Susi.

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani langsung menyahut perkataan Menteri Susi. “Mohon ijin Bu Menteri, saya baru jadi Bupati,” ujar Bakhtiar.

Menteri Susi pun menjawab, “Oh bapak Bupati baru, oh saya dukung, saya dukung,” ucap Susi. (RED)