TAPANULIPOST.com – Silicon Valley Bank, yang biasa membiayai perusahaan rintisan, mengalami kegagalan besar kedua dalam sejarah perbankan Amerika Serikat.
CEO bank tersebut, Greg Becker, membuat para karyawan geram dengan langkah-langkahnya yang terbuka mengakui masalah keuangan bank sebelum mengatur dukungan keuangan yang diperlukan untuk keluar dari badai.
Hal ini menyebabkan konsumen menjadi panik dan menarik uang mereka, mengakibatkan saldo kas negatif sekitar US$ 958 juta menjelang penutupan bisnis.
Becker dan timnya mengungkapkan harapan untuk meningkatkan modal sebesar US$ 2,25 miliar dan penjualan aset sebesar US$ 21 miliar, namun tanpa komitmen pasti.
Berita ini memicu gelombang ketakutan di Silicon Valley, dan banyak dari mereka menarik US$ 42 miliar pada Kamis lalu ketika saham Silicon Valley Bank anjlok 60%.
Meskipun langkah Becker dianggap bodoh oleh beberapa karyawan, kejujuran dan transparansi bank tersebut berhasil mengatasi skandal ini. Becker sendiri telah meminta maaf kepada karyawan tentang situasi tersebut.


Tinggalkan Balasan