TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya aparatur Sipil Negara (ASN) Tapteng agar tidak mudah percaya kepada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Bupati untuk mencari keuntungan pribadi.

Bupati juga mengatakan agar tidak percaya kepada orang yang mengatasnamakan keluarga Bupati, tim sukses maupun yang mengaku dekat dengan Bupati. Sebab, kata bupati, dirinya mendapat informasi bahwa saat ini ada oknum oknum agen atau perantara atau calo jabatan, sedang bergentayangan di ruang lingkup pemerintahan Tapteng.

“Dengan tegas saya sampaikan, apabila ada oknum oknum tersebut segera laporkan kepada Aparat Penegak Hukum. Karena tidak pernah saya perintahkan siapa pun, jangankan orang luar, keluarga kandung saya pun tidak ada urusan dengan pemerintahan ini,” kata Bupati Bakhtiar Sibarani, 24 Mei 2018.

Saat ditanya sudah adakah temukan oknum yang menjual nama Bupati? Bupati Tapteng hanya menghimbau untuk mewanti-wanti agar masyarakat, khususnya bagi ASN, kontraktor tidak menjadi korban dari calo calo yang mengatasnamakan Bupati.

“Sebelum hujan sediakan payung, sebelum kejadian kita buat jaga-jaga. Karena sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, ketika nama kepala daerah sering dibuat mencari uang, untuk pribadi seseorang.

Dengan demikian saya imbau agar jangan mau dimanfaatkan orang. Bagi pejabat Pemda jangan percaya kepada orang luar mengaku dekat dengan Bupati bisa mengurus jabatan,” tegasnya.

“Berbicara tentang pemerintah semua ada aturan dan diatur dalam Peraturan perundang undangan yang berlaku semua prosedur kita lalui kalau ada persoalan jabatan, ada Baperjakat yang menyelesaikannya,” jelasnya.

Kemudian mengenai proyek, Bupati juga mengarahkan para kontraktor untuk melakukan sesuai mekanisme dan peraturan perundang undangan yang berlaku yaitu melalui proses tender.

Bupati pun meminta pihak kepolisian untuk langsung menangkap apabila ada pihak rekanan yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku.

“Kalau ada oknum-oknum yang berniat atau pun keluarga saya, perlu saya sampaikan semua itu di luar tanggung jawab saya. Kalau ada yang memberi uang satu rupiah pun baik kepada keluarga, saudara, famili dan tim sukses jangan mau menerima. Tapi segera laporkan oknum tersebut kepada pihak berwajib biar ditangkap.

Karena saya tidak pernah memerintahkannya, bahkan saya melarang keras zaman sekarang keluarga, famili, tim sukses tidak boleh mengurusi pemerintahan. Seperti yang sebelum-sebelumnya keluarga dan tim sukses ikut campur dalam pemerintahan. Seharusnya tim sukses itu harus mengawal jalannya pemerintahan silahkan memberikan masukan tapi jangan mengatur jalannya roda pemerintahan,” tandasnya. (Ril)