TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Seorang anak berusia 7 tahun bernama Asdun Anggiat Hutahayan, warga Desa Muaraore, Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah, penderita gizi buruk dengan penyakit penyerta yakni Hidrosefalus, saat ini telah ditangani di RSUD Pandan.

“Bocah tersebut saat ini sedang mendapatkan perawatan medis lebih lanjut dari Tim Dokter RSUD Pandan,” kata Camat Sirandorung Harapan Malau, S.Pd, melalui keterangan tertulis Dinas Kominfo Tapteng, Senin (21/9/2020).

Sebelumnya, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani pada Jumat kemarin, mendapat informasi dari Camat Sirandorung Harapan Malau, ada seorang anak di Desa Muaraore dinyatakan menderita gizi buruk dengan penyakit penyerta Hidrosefalus.

Mendapat informasi itu, Bupati Tapteng langsung menginstruksikan agar anak itu segera ditangani.

Advertisements

“Sejak Jum’at sore, Asdun Anggiat Hutahayan sudah berada di RSUD Pandan, untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” ungkap Sirandorung Harapan Malau.

Harapan Malau juga menjelaskan bahwa Asdun Anggiat Hutahayan ini sejak berumur 1 tahun 8 bulan, telah dinyatakan menderita gizi buruk dengan penyakit penyerta Hidrosefalus.

“Pada tahun 2015 lalu, Asdun Anggiat Hutahayan sudah pernah dirujuk ke Rumah Sakit di Kota Medan untuk dilakukan operasi dan tindakan medis lainnya dengan biaya yang berhasil dikumpulkan masyarakat Desa Muaraore secara swadaya. Namun saat ini penyakit yang dulunya diderita oleh Asdun itu kambuh lagi,” bebernya.

Kapolres Sibolga Jenguk Bayi Penderita Hidrosefalus: Cepat Sembuh ya Tulang Naposo

Sementara itu, Direktur RSUD Pandan dr. Rikky Nelson Harahap, M.Kes menyampaikan, pasien Asdun Anggiat Hutahayan sejak masuk ke RSUD Pandan pada Jum’at sore, ditangani 2 dokter spesialis.

“Pasien ditangani dokter spesialis anak dan dokter sepesialis bedah. Dan hingga saat ini pasien masih berada di RSUD Pandan dengan perawatan medis dari Tim Dokter RSUD Pandan,” ungkap Rikky.

“Dan hampir setiap hari Bapak Bupati selalu mencek bagaimana keadaan anak tersebut. Makanya kita selalu melakukan pelayanan serta penanganan secara maksimal dan intensif kepada pasien tersebut,” ujarnya lagi.

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, pemeriksaan lengkap, dan pemeriksaan penunjang oleh Tim Dokter Spesialis, ternyata dalam perut pasien Asdun Anggiat Hutahayan terdapat banyak cairan yang harus dikeluarkan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, disimpulkan agar pasien dapat segera dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan di Kota Medan untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut,” jelasnya.

Bupati Tapteng Keluarkan Instruksi bagi Dokter RSUD Pandan

Selain itu, ungkap Rikky, bahwa tunggakan pembayaran iuran BPJS mandiri keluarga pasien sudah diselesaikan dan sudah aktif kembali, sehingga dapat segera dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan di Kota Medan.

“Selanjutnya, pihak Dinas Kesehatan Tapteng akan segera mengalihkan status Kartu BPJS Mandiri keluarga pasien menjadi Kartu BPJS gratis/tanggungan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujarnya.

Kedua orang tua pasien Asdun Anggiat Hutahaan, yakni Rando Hutahayan (40) dan Jawasti Mendrofa (36) mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati Tapanuli Tengah kepada mereka.

“Kami ucapkan kepada Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani atas bantuan dan perhatiannya sehingga saat ini anak kami telah ditangani dengan baik oleh Tim Dokter RSUD Pandan,” ungkap Rando Hutahayan. (ril)