“Supermoon” mengacu pada saat bulan purnama bersamaan dengan titik terdekatnya dengan Bumi, yang disebut perigee. Ini membuat bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

Dalam fenomena Super Blue Moon kali ini, bulan akan mencapai perigee dan akan terlihat sekitar 7 persen lebih besar dari ukuran rata-rata. Meskipun efek ini biasanya sulit dikenali oleh mata manusia, tetapi tetap menjadi momen yang menarik bagi para pengamat langit.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memberikan informasi resmi tentang fenomena langka ini melalui akun Instagram @lapan_ri.

Fenomena Blue Moon dapat diamati pada Kamis, 31 Agustus 2023, sepanjang malam, sejak margrib sampai menjelang matahari terbit.

Advertisements

Tidak perlu menggunakan alat bantu optik, karena fenomena ini bisa dinikmati dengan mata telanjang. Cukup arahkan pandangan ke arah bulan untuk menyaksikan keajaiban alam ini. Baca sambungan halaman selanjutnya>>>