SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Sibolga dan sekitarnya, Kamis sore, 11 Oktober 2018 mengakibatkan banjir dan bencana longsor.

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur selama 4 jam membuat sejumlah wilayah di Kota Sibolga dan sekitarnya terendam air.

Sebatang pohon di kawasan Jalan Sutomo tidak jauh dari kantor Walikota juga tumbang. Beruntung tidak ada korban yang tertimpa pohon yang tumbang ke arah badan jalan.

[irp posts=”4802″ name=”Kapal Pukat Trawl Tabrak Bagan Apung, Seorang Nelayan Sibolga Luka-luka”]

Advertisements

Sementara itu peristiwa longsor terjadi di Gang Senggol Ketapang Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara. Pondasi sebuah rumah yang berada di atas bukit roboh menimpa rumah yang ada di bawahnya.

Peristiwa itu menelan 4 korban jiwa yakni, seorang Ibu dan dua anaknya beserta seorang keponakan yang tinggal di rumah tersebut. Sedangkan sejumlah warga lainnya ada juga yang mengalami luka-luka.

[irp posts=”4822″ name=”Pegawai Kecamatan Sitahuis Diduga Kutip Uang Transport Untuk Urus Berkas KPM”]

Direktur RSU FL Tobing Sibolga Masrip Sarumpaet menjelaskan, keempat korban tersebut adalah Ika br Marbun (31) serta duanya anak, Juni Tobing (4) dan Wahid Tobing (1,5). Satu korban lainnya, Sainul Lubis (11) adalah anak pariban Ika br Marbun yang tinggal di rumahnya.

“Ika br Marbun dan Juni Tobing meninggal di RSU FL Tobing Sibolga, sedangkan Wahid Tobing dan Sainul Lubis, meninggal dunia di RS Metta Medika,” ujar Masrip lewat pesan singkat, Kamis malam. (red)