NIAS, TAPANULIPOST.com – Babinsa Koramil 06/Thb Kodim 0213/Nias turun ke sawah membantu petani mencabut rumput dan gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi di Desa Banua Gea, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Selasa, 6 November 2018.
Danramil 06/Thb Kodim 0213/Nias, Kapten Inf Yustinus Waruwu menuturkan, kegiatan pendampingan petani yang dilakukan babinsa, merupakan bagian upaya khusus (Upsus) ketahanan pangan dalam mendukung dan mensukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah, khususnya di wilayah Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara.
Kapten Inf Yustinus Waruwu menjelaskan, kegiatan pendampingan ini dilaksanakan mulai pengolahan lahan, masa tanam, masa perawatan hingga masa panen.
“Dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dan bekerjasama dengan BPP/UPT Dinas Pertanian yang ada di Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara,” kata Danramil.
[irp posts=”4872″ name=”Begini Cara Babinsa Koramil Pandan Memotivasi Petani di Kecamatan Tukka”]
Babinsa yang terus mendampingi petani untuk merawat tanaman padi di wilayah binaannya yakni Serda Juli Tarigan, Koptu U Hutagalung dan Koptu Ari asman.
Mereka melaksanakan kegiatan pendampingan Upsus perawatan dan penyiangan tanaman padi kelompok tani Tafaer. Tanaman padi kelompok tani tersebut saat ini berumur 3 minggu diatas lahan seluas 10 Hektar di Desa Banua Gea.
Adapun jenis padi yang ditanam adalah varietas inpari 32, cocok ditanam pada ekosistem tanah dataran rendah sampai dataran tinggi. Bahkan cocok untuk daerah kurang air, karena benih ini tahan terhadap kekeringan. Selain itu juga tahan terhadap serangan OPT dan umur panennya singkat dibawah 3 bulan serta berbulir banyak.
[irp posts=”4878″ name=”Satgas TMMD 103 Kodim 0210/TU Imbau Masyakarat Jaga kebersihan”]
Babinsa Serda Juli Tarigan menjelaskan, dengan dilakukannya penyiangan serta pencabutan gulma itu, diharapkan tanaman padi dapat tumbuh merata dan mendapatkan hasil panen yang maksimal, sehingga program ketahanan pangan dapat terwujud.
“Apabila terjadi kendala atau hama yang menyerang, maka sedini mungkin dapat diatasi, sehingga pertumbuhan padi tidak terhambat yang berdampak negatif pada hasil panen,” ujar Serda Juli Tarigan. (ril)


Tinggalkan Balasan