TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Aksi perampokan terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, tepatnya di Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Sabtu (15/2) siang sekira pukul 12.00 WIB. Pelaku menggunakan senjata pistol mengancam, lalu merampok tas korban seorang wanita berinisial S br Simatupang (49).

Akibat kejadian itu, korban kehilangan handphone serta tas sandang yang berisi uang dan surat-surat berharga. Korban juga mengalami luka pada bagian jari telunjuk tangan kirinya.

Korban bersama keluarganya langsung membuat laporan pengaduan ke Polsek Pandan.

Korban mengungkapkan kronologis kejadian yang menimpa dirinya. Saat itu, ia baru saja tiba dari Sibolga dengan menaiki angkot, dan turun di Kelurahan Kalangan tepatnya di sekitar Pantai Indah Kalangan, untuk menjumpai seseorang.

Advertisements

Turun dari angkot, korban berjalan kaki sembari berkomunikasi lewat telepon seluler dengan seseorang yang mau dia temui.

Saat di perjalanan yang lokasinya sepi, datang satu unit mobil pribadi warna putih dari arah depannya lalu tiba-tiba berhenti di sampingnya. Pelaku menodongkan pistol lalu merampok tas milik ibu satu anak itu.

“Tiba-tiba saja mobil itu berhenti di samping saya dan supirnya langsung turun dan merampas handphone saya. Saya sempat melawan. Sesudah itu teman pelaku yang satu orang lagi yang ada dalam mobil perintahkan agar tas sandang saya diambil juga,” beber S Br Simatupang warga Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga itu.

Karena korban terus berusaha untuk mempertahankan tasnya, pelaku mengeluarkan pistol lalu menodongkannya kepada korban dari dalam mobil.

“Serahkan tasmu, kalau tidak kutembak kau,” kata korban menirukan ucapan pelaku.

“Mendengar ancaman itu, saya pun ketakutan dan pelaku langsung merampas tas saya. Pelaku langsung menarik tas sandangku dengan keras yang mengakibatkan jari telunjuk saya sebelah kiri luka dan mengeluarkan darah yang banyak karena terkait ke cantolan besi tas,” ungkapnya.

Karena darah terus bercucuran dari jari telunjuk korban, dan dibarengi rasa trauma akibat ancamam pistol, korban langsung pulang ke Jalan Damai Sibolga Selatan. Setibanya di rumah, korban meminta agar jarinya yang terluka diobati.

“Saya benar-benar ketakutan dan gemetar usai kejadian itu. Dibenak saya, saya harus pulang mengobati jari saya yang luka ini, karena terus mengeluarkan darah. Jadi saya takut kehabisan darah. Barulah sesudah diperban, saya menceritakan kejadian yang saya alami kepada keluarga,” katanya.

Bersama dengan keluarganya, korban langsung membuat pengaduan ke Polsek Pandan Sabtu sore.

Kapolsek Pandan Iptu Zulkarnain Pohan membenarkan telah menerima laporan pengaduan dari korban yang mengalami perampokan.

“Kita sudah terima laporan dan melakukan olah TKP. Saat ini kita sedang melakukan penyelidikan dan memburu pelaku,” kata Kapolsek. (red)