TAPANULIPOST.com – Setelah perdebatan yang berlangsung selama berminggu-minggu, aliansi oposisi di Turki akhirnya mengumumkan calon mereka untuk berhadapan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pemilihan bulan Mei mendatang. Calon tersebut adalah Kemal Kilicdaroglu, ketua partai kiri-tengah Cumhuriyet Halk Partisi (CHP).

Namun, keputusan tersebut tidak terlepas dari perselisihan panjang antara partai-partai oposisi. Salah satu partai terbesar dalam aliansi menolak untuk mendukung pencalonan Kilicdaroglu.

Partai nasionalis IYI, kekuatan kedua terbesar dalam aliansi tersebut, sebelumnya mengusulkan dua tokoh lain yang juga anggota CHP, yaitu walikota Istanbul, Ekrem Imamoglu, dan walikota Ankara, Mansur Yavas sebagai calon wakil presiden.

Meskipun begitu, CHP akhirnya menerima kompromi dalam upaya untuk menyatukan blok oposisi. Namun, aliansi oposisi masih terbilang rapuh.

Advertisements

Pemimpin IYI, Meral Aksener, bahkan mengatakan bahwa dia tidak akan mendukung pencalonan Kilicdaroglu dan akan meninggalkan aliansi enam partai oposisi itu, jika pencalonannya dipaksakan.

Blok oposisi tersebut telah berjanji untuk mengakhiri sistem presidensial yang ditetapkan Erdogan dan mengembalikan pemerintahan parlementer.

Erdogan telah berkuasa selama 20 tahun terakhir dan terus memperkuat posisinya sebagai presiden dengan melemahkan lembaga peradilan, media, dan kubu oposisi.

Kemal Kilicdaroglu yang berusia 74 tahun adalah pemimpin lama partai oposisi terbesar CHP. Pencalonannya untuk pemilihan presiden didukung oleh partainya sendiri dan empat partai kecil lainnya dalam aliansi tersebut.

Namun, dalam 13 tahun terakhir memimpin CHP, Kilicdaroglu belum berhasil memenangkan pemilihan nasional. Oleh karena itu, banyak kalangan oposisi yang juga tidak setuju dengan pencalonannya.