TAPANULIPOST.com – Flu burung menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat karena beberapa negara, termasuk China, telah melaporkan kasus flu burung yang menular ke manusia.
Namun, menurut Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair), Prof dr Chairul Anwar Nidom, kasus penularan flu burung ke manusia tergolong jarang terjadi dan tidak bisa dianggap remeh.
Dalam sebuah webinar, Prof Nidom menjelaskan bahwa reseptor virus flu burung pada burung atau unggas berbeda dengan reseptor virus flu musiman pada manusia yang dapat menular antar manusia.
Oleh karena itu, meskipun flu burung dapat menular dari unggas ke manusia, kasus penularan flu burung antar manusia seperti COVID-19 maupun flu musiman belum pernah terjadi.
Namun, Prof Nidom memperingatkan bahwa ancaman infeksi flu burung pada manusia tetap berisiko, terutama jika seseorang memiliki kekebalan tubuh yang kurang baik dan terpapar konsentrasi virus yang sangat tinggi.
Penularan virus flu burung ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi atau melalui permukaan yang terkontaminasi virus.
Oleh karena itu, Prof Nidom menekankan pentingnya pengendalian flu burung untuk mencegah penularan virus ke manusia.
Meskipun kasus penularan flu burung antar manusia jarang terjadi, tetap harus diwaspadai dan tidak boleh disepelekan.


Tinggalkan Balasan