TAPANULIPOST.com – Peserta JKN ini sebut tak rasakan adanya perbedaan pelayanan ketika mengakses pelayanan kesehatan.
Hal itu disebutkan Esra Siburian (36), warga Kampung Dairi Lingkungan VI, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (7/12/2022).
Esra terdaftar ke dalam peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya rutin dibayarkan oleh pemerintah.
Ia pun mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan karena ia tidak perlu pusing memikirkan uang untuk berobat.
Wanita ini pun menuturkan kisahnya berobat kepada petugas Mobile Costumers Service (MCS) yang sedang singgah di tempat tinggalnya yang termasuk daerah terpencil.
“Pernah saya gunakan untuk berobat di Puskesmas, saat itu saya demam dan saya dapat pelayanan yang baik di sana,” ungkap Esra.
Peserta JKN Ini Sebut Tak Rasakan Adanya Perbedaan Pelayanan di Fasilitas Kesehatan
Menurut Ibu Rumah Tangga itu, saat ini biaya pengobatan cukup mahal, sementara uang pendapatan yang ia dapatkan hanya bisa digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
“Bisa makan saja sudah syukur, bagaimana mau memikirkan biaya berobat lagi. Dulu sempat bingung dan takut kalau mau berobat. Takut biayanya mahal kalau tahu penyakitnya berat,” ungkap Esra.
Esra mengaku bahwa ia telah terdaftar sebagai peserta Program JKN segmen PBI sejak dari tahun 2016 lalu. Meskipun telah terdaftar sebagai peserta Program JKN yang membantu meringankan biaya pengobatannya, dirinya tetap berharap agar dapat dijauhkan dari segala penyakit berat.
“Seandainya sakit itu datang, saya juga tenang karena ada BPJS Kesehatan yang membantu,” ungkap Esra.
Esra juga menambahkan selama ia dan keluarga berobat ke Puskesmas, belum pernah sekalipun menerima perlakuan yang tidak baik dari pihak fasilitas kesehatan.
“Mereka ramah dan tidak membeda-bedakan. Terkadang kita masyarakat yang tidak mampu ini merasa dikesampingkan dan akan dipersulit hanya karena kita tidak punya uang. Tetapi saya merasakan sendiri bahwa pemikiran saya salah. Apalagi saat ini pelayanan dari BPJS Kesehatan sudah langsung datang ke kampung kami, jadi tidak perlu ke kota lagi,” ujarnya. (ril)


Tinggalkan Balasan