Ia juga berharap pelantikan pengurus LABAS dapat dilakukan langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga pada perayaan Paskah Oikoumene Kota Sibolga yang direncanakan berlangsung pada 10 April 2026.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Sibolga Syukri Penarik mengatakan akan mendukung penuh pelestarian adat dan budaya Batak. Ia menyebut, keberadaan LABAS akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga identitas budaya daerah.

“Kami siap memfasilitasi pembentukan LABAS, termasuk percepatan legalitas melalui notaris agar memudahkan koordinasi dengan Kesbangpol,” tegas Syukri.

Syukri juga menuturkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi. Menurutnya, pemahaman terhadap makna tortor, termasuk tata cara manortor dan manyombah, harus terus ditanamkan.

Advertisements

Ke depan, Pemko Sibolga akan mendorong kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, agar unsur budaya Batak hadir dalam setiap kegiatan resmi pemerintah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pantas Lumbantobing menekankan bahwa budaya Batak merupakan warisan penting yang harus dijaga bersama. Ia menilai pelestarian budaya juga menjadi kunci memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Sibolga.

“Kami berharap budaya Batak terus tumbuh dan berkembang, sehingga Sibolga sebagai kota berbilang kaum dan antarumat beragama semakin harmonis,” ujar Pantas. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Tapanulipost.com di GOOGLE NEWS

Dapatkan berita terkini lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Tapanulipost.com dengan klik tautan ini.