SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – PT Mujur Timber, satu-satunya perusahaan manufaktur pengolah kayu menjadi plywood atau tripleks di KabupatenTapanuli Tengah, Sumatera Utara, berharap bisa mengekspor hasil produksinya melalui Pelabuhan Sibolga. Saat ini, perusahaan yang sudah berkiprah selama 50 tahun itu masih melakukan kegiatan ekspor melalui Pelabuhan Belawan, Medan.

Harapan tersebut disampaikan Direktur PT Mujur Timber Yansen Ali dalam acara peresmian ekspor perdana perusahaannya sebagai penerima fasilitas kawasan berikat, Kamis, 30 Januari 2020.

“Kita sangat berharap kedepannya dapat melakukan ekspor langsung melalui Pelabuhan Sibolga, yang kita banggakan. Untuk itu kami menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota Sibolga, pihak Pelindo dan stakeholder yang terkait agar dapat mendukung sarana dan prasarana, sehingga dapat mewujudkan keinginan kita ini,” ucap Yansen.

Yansen Ali mengungkapkan, PT Mujur Timber adalah perusahaan manufaktur pengolah kayu menjadi kayu lapis (plywood) yang berorientasi ekspor. Namun sampai saat ini kegiatan ekspor hasil produksinya masih menggunakan kawasan berikat beda hamparan yang berada di Belawan.

Advertisements

Dikatakan Yansen, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk peningkatan ekspor, maka PT Mujur Timber bertekad untuk mendapatkan fasilitas kawasan berikat.

PT Mujur Timber akhirnya ditetapkan sebagai Kawasan Berikat pada tanggal 12 Desember 2019 lalu oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara melalui surat keputusan nomor KM-97/WBC.02/2019 dan izin operasional berikat ditetapkan pada tanggal 13 Januari 2020 oleh KPPBC Sibolga.

Foto: Direktur PT Mujur Timber Yansen Ali bersama Kepala Bea Cukai Sibolga dan GM Pelindo Sibolga saat meninjau plywood hasil produksi PT Mujur TImber. (Preddy Situmorang/TAPANULIPOST.com)

Yansen berharap dengan fasilitas kawasan berikat ini dapat mendorong perusahaan untuk lebih maju dan turut serta dalam membangun dan memajukan daerah Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Menurut Yansen, dengan adanya fasilitas kawasan berikat ini, PT Mujur Timber telah berkomitmen dan berpartisipasi aktif untuk menjalin kemitraan dengan Bea Cukai Sibolga sebagai fasilitator perdagangan yang memberikan pelayanan sekaligus pengawasan terhadap kinerja perusahaannya.

“Harapan kami PT Mujur Timber, yang pada saat ini yang masih pada masa awal operasional kawasan berikat dapat menjadi perusahaan yang memiliki kawasan berikat yang berjalur hijau, bahkan menjadi kawasan berikat yang mandiri,” ujarnya.

Yansen juga berharap seluruh mekanisme kegiatan kawasan berikat dapat berjalan dengan sebaik mungkin dengan mengedepankan prinsip kerja transparansi dan akuntabel. Untuk itu, kata Yansen, pihak Bea Cukai dapat terus memberikan arahan dan bimbingan agar secepatnya dapat berjalan dengan lancar.

Sementara kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah beserta jajarannya, PT Mujur Timber meminta dukungan agar penetapan kawasan berikat dapat sukses kedepannya.

“Kepada pemerintah Kotamadya Sibolga beserta jajarannya serta pihak Pelabuhan Pelindo kami sangat berharap besar ada berita baik kedepannya untuk dapat melakukan ekspor melalui Pelabuhan Sibolga,” pintanya.

GM Pelindo I Cabang Sibolga Suhari mengatakan siap membantu pihak PT Mujur Timber untuk melakukan penjajakan agar dapat mengekspor hasil produksinya melalui Pelabuhan Sibolga.

“Tadi memang Pak Yansen mengatakan akan membahas hal itu ke Pelindo, dan kami siap membantu,” kata Suhari menjawab Tapanulipostcom.

Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Sibolga saat ini terus berkembang setelah Presiden Jokowi menginstruksikan pengembangan Pelabuhan Sibolga serta peningkatan fasilitasnya untuk mendukung kelancaran pasokan barang, khususnya di 19 kabupaten/kota yang ada di sekitarnya.

Bahkan pemancangan pertama (ground breaking) dimulainya proyek pengembangan pelabuhan terbesar di Pantai Barat Sumut itu pada tahun 2016 lalu, dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi didampingi sejumlah Menteri, Gubernur Sumut dan Direktur PT Pelindo I.

Pengembangan Pelabuhan Sibolga meliputi perluasan dermaga multipurpose yang memiliki panjang keseluruhan 153 meter dan lebar 31,5 meter dengan panjang tambatan 405 meter, perkuatan dermaga existing, perluasan dermaga ferry seluas 400 meter persegi.

Dengan dermaga ini, Pelabuhan Sibolga dapat disandari oleh 4 kapal besar hingga berukuran 6.000 GT. Selain itu juga dilakukan pembangunan container yard dengan kapasitas 20.000 TEUs/tahun, perkuatan trestle dan breasting dolphine, pemasangan fix crane dengan kapasitas 40 ton.

Presiden Jokowi berharap dengan pengembangan infrastruktur Pelabuhan Sibolga masyarakat akan menggunakan pelabuhan ini untuk transportasi barang dan jasa sehingga dapat mendorong perekonomian di Sibolga dan sekitarnya. (red)