SIMALUNGUN, TAPANULIPOST.COM – Bupati Simalungun DR JR Saragih meninjau pembangunan monumen tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Nagori Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean Simalungun, Kamis 4 April 2019.
Kepala BPBD Simalungun, Drs. Mudahalam Purba dalam laporannya menjelaskan bahwa kondisi pekerjaan sudah sekitar 90%. Pekerjaan diperkirakan akan rampung pada akhir bulan April ini.
“Untuk saat ini pekerjaan sudah pada tahap finishing, berupa pemasangan prasasti nama- nama korban serta kronologis tenggelamnya KM Sinar Bangun, pembuatan taman serta renovasi bangunan sebelumnya yang ada di lokasi pembangunan monumen ini. Kita harapkan akhir April monumen ini sudah selesai pembangunannya,” ujar Kepala BPBD.
Bupati Simalungun JR Saragih meminta agar pekerjaan pembangunan monumen ini dapat diselesaikan secepatnya.
Menurut Bupati, menyambut bulan Ramadhan pada bulan Mei nanti akan banyak keluarga korban yang datang untuk berjiarah. Pada kesempatan itu nantinya dapat sekaligus menjadi momen peresmian monumen tersebut.
“Monumen ini adalah sebagai pengingat dan kenangan dari keluarga kita yang menjadi korban kapal KM Sinar Bangun, sehingga keluarga dan anak anak korban dapat berjiarah untuk tetap mengingat orangtuanya.
Monumen ini didesain untuk dapat terlihat dari jauh dengan tujuan bagi para nahkoda saat berlayar dapat melihatnya dan menjadi peringatan untuk tetap berhati-hati serta mengutamakan keselamatan ketika berlayar,” ujar Bupati yang datang meninjau bersama beberapa pimpinan OPD Pemkab Simalungun.
Pada prasasti itu diterangkan filosofi pembangunan monumen dibangun dengan wujud ampiteater menghadap ke Danau Toba yang menjadi simbol tempat hilangnya KM Sinar Bangun. Kapal pada monumen ini juga diwujudkan dengan ilusi yang dapat menghilang pada sudut tertentu. Terowongan pendek dibuat melubangi kaki pedestal untuk ruang berkabung bagi keluarga korban.
Pada prasasti tersebut juga dijelaskan kronologis tenggelamnya KM Sinar Bangun yang berlayar pada Juni 2018 lalu, sekitar pukul 16.00 WIB dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) menuju Tigaras (Simalungun). Kemudian sekira pukul 16.45 WIB kapal mengalami putus kemudi akibat cuaca buruk. Lalu sekira pukul 17.30 WIB kapal dinyatakan terbalik dan tenggelam.

Sementara pada prasasti lainnya berisi 164 nama-nama korban dari kapal KM Sinar Bangun berupa 3 korban meninggal dan 161 korban hilang. Untuk korban selamat berjumlah 21 orang. (Firma)


Tinggalkan Balasan