TAPTENG, TAPANULIPOST.com – KPU Kabupaten Tapanuli Tengah meluncurkan rumah pintar pemilu di sekretariat KPU setempat di Jalan Marison No.7, Kecamatan Pandan, Kamis, 27 Desember 2018.
Acara ini dihadiri sejumlah mahasiswa, perwakilan Bawaslu Tapteng, serta petugas penyelenggaraan kecamatan. Acara juga ditandai dengan pengguntingan pita dan pemutaran film dokumenter sejarah pemilu di Indonesia.
Ketua Tapteng Timbul Panggabean mengatakan, rumah pintar ini diluncurkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kepemiluan.
[irp posts=”5177″ name=”Peserta Kursus Kepemiluan Lebih Diutamakan Menjadi KPPS”]
Menurutnya, rumah pintar pemilu akan menjadi pusat informasi pemilu dan pendidikan untuk menjadi pemilih cerdas. Di rumah pintar pemilu akan ditampilkan literasi terkait pemilu, dan juga informasi latar belakang calon yang dipilih serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pemilu.
“Rumah pintar ini dimaksudkan sebagai semacam perpustakaan, yang diharapkan bisa dimanfaatkan semua pihak, terutama pemilih pemula baik itu pelajar dan mahasiswa yang ingin mengetahui tentang kepemiluan,” kata Timbul Panggabean.
Timbul mengatakan, masyarakat terutama pemilih pemula sebagai generasi penerus bangsa harus paham apa itu pemilu. Karena meski terlihat sederhana, pemilu itu sangat berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat.
“Pemilu dilaksanakan untuk memilih pemimpin yang akan mengisi jabatan struktural di Negara. Kalau dalam pemilu kita memilih pemimpin yang tidak benar, maka produk yang dihasilkan juga akan tidak benar,” jelasnya.
[irp posts=”5169″ name=”Peserta Kursus Kepemiluan Diharapkan Menjadi Duta KPU”]

Oleh karena itu, lanjut Timbul, KPU membuat jargon ‘pemilih berdaulat Negara kuat’. Pemilih berdaulat akan memilih berdasarkan hati nurani, literasi, rekam jejak calon, bukan berdasarkan uang atau karena kedekatan semata.
“Apabila pemilih sudah berdaulat, maka akan lahir pemimpin yang berkulitas dan yang pemimpin yang mementingkan kepentingan rakyat. Kalau kita memilih pemimpin karena uang, maka pemimpin yang dipilih itu akan berupaya memikirkan bagaimana cara untuk mengembalikan uangnya, bukan memikirkan nasib rakyat,” ujar Timbul.
Untuk itu, kata Timbul, melalui rumah pintar ini diharapkan akan memutus mata rantai politik uang, sehingga lahir para pemimpin-pemimpin yang amanah.
“Rumah pintar pemilih ini juga diharapkan mampu menciptakan khasanah baru kepada pemilih untuk mendapatkan informasi tentang kepemiluan, sehingga diharapkan mahasiswa bisa menjadi agen untuk menyampaikan informasi tentang kepemiluan.
Ketua KPU juga berharap, mahasiswa yang sudah memiliki pengetahuan tentang kepemiluan, nantinya mau dan mampu turut serta mensukseskan pemilu yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019.
Sementara itu, Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Tapteng, Feri Yosha Nasution berharap mahasiswa yang hadir pada acara itu dapat menjadi duta KPU dan mampu melawan politik uang.


Tinggalkan Balasan