TAPANULIPOST.com – Kebakaran besar terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara pada Jumat (3/3) sekitar pukul 20.11 WIB.
Tidak hanya merusak bangunan depo, kebakaran tersebut juga menghanguskan beberapa rumah warga di sekitarnya dan sejumlah mobil yang terparkir di halaman rumah-rumah warga yang menjadi tempat penitipan kendaraan.
Pantauan media di RT 6 RW 1, Kelurahan Rawabadak Selatan, Koja, Sabtu (4/3/2022), tampak belasan mobil yang ludes terbakar. Dari pengamatan media di lokasi ada 17 mobil yang hangus terbakar.
Belasan mobil yang ludes dilalap si jago merah itu terparkir di halaman rumah-rumah warga yang menjadi tempat penitipan kendaraan. Di antaranya mobil-mobil yang dititipkan di halaman rumah milik Tri Wahono (50).
Menurut Tri, insiden maut semalam berlangsung sangat cepat. “Kejadian itu jam setengah 8 lewat awalnya sih, ada suara petir nyamber besar, setelah itu terdengar suara gas bocor.
Di sini akhirnya bau BBM, ya udah kita nggak kuat lagi, langsung nyelamatin diri, nggak mikir apa-apa lagi langsung keluar nyelamatin diri karena udah nggak kuat juga, udah nggak ada oksigen,” ucapnya.
Selain mobil-mobil yang rusak, rumah Tri juga tampak roboh dan hangus tak tersisa. Rumah Tri yang hangus terbakar itu ditempati oleh 2 keluarga adiknya dan orang tuanya.
Beruntung, saat peristiwa terjadi ia cepat mengevakuasi semua anggota keluarganya.
“Semalem langsung evakuasi karena udah nggak kuat lagi, saya aja hampir pingsan karena bau menyengat,” tambahnya.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 00.00 WIB, Sabtu (4/3) dini hari tadi. Namun, sejauh ini tercatat ada 13 korban tewas akibat kebakaran depo Pertamina Plumpang. 49 korban lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, mengatakan, “Korban meninggal dunia terus bertambah, ada 13 korban meninggal dan 49 orang terluka akibat kebakaran ini. Tim SAR dan petugas medis masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan penanganan korban.”
Kebakaran ini masih dalam penyelidikan dan pihak berwenang masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Semoga semua pihak yang terkena dampak kebakaran ini bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang cukup untuk mengatasi kehilangan yang mereka alami.
Pemerintah dan berbagai lembaga terkait juga diharapkan dapat memberikan bantuan dan solusi yang diperlukan agar para korban bisa bangkit kembali.
Kita semua juga diingatkan untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan sumber energi dan bahan bakar yang mudah terbakar, serta selalu mengikuti protokol keselamatan yang berlaku untuk menghindari terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang.


Tinggalkan Balasan