TAPANULIPOST.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Seperti diungkapkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sibolga, Pangasian H. Sirait, yang sudah merasakan langsung manfaat ikut program JKN dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Pangasian Sirait mengaku sudah banyak mendapatkan manfaat sebagai peserta JKN, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya.
“Saya ingat, waktu itu ketika saya harus menjalani operasi usus buntu. Syukurnya operasi berjalan lancar dan seluruh biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan tanpa terkecuali,” ungkap Pangasian Sirait, Kamis (14/7/2022).
Menurut Sirait, ia sering memanfaatkan program JKN untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ketika ditugaskan di Kota Gunungsitoli.
Saat ini setelah bertugas di Kota Sibolga, ia segera memindahkan fasilitas kesehatan tempat ia berobat dulu di Gunungsitoli melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Menurut saya Aplikasi Mobile JKN ini sudah sangat lengkap, sudah mewakili semua pelayanan yang ada di Kantor BPJS Kesehatan. Saya sendiri memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk pendaftaran orang tua saya dan pindah fasilitas kesehatan,” kata Sirait.
Pak Sirait Ungkap Pengalamannya Gunakan Aplikasi Mobile JKN Sempat Kena Marah
Sirait juga bercerita tentang pengalamannya menggunakan Aplikasi Mobile JKN khususnya fitur antrean online.
“Ada cerita lucu ketika saya ingin berobat di salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Sibolga. Saat itu saya menggunakan antrean online pada Aplikasi Mobile JKN. Ketika saya sampai di fasilitas kesehatan tempat saya terdaftar, seorang wanita paruh baya menghampiri saya dengan ekspresi marah karena saya dianggap telah menyerobot antrean mereka,” ungkap Sirait.
Kemudian, lanjut Sirait, ia menyampaikan bahwa telah menggunakan antrean online dari Aplikasi Mobile JKN.
“Kemudian saya tunjukkan nomor antrean saya yang tertera pada Aplikasi Mobile JKN kepada mereka,” tutur Sirait.
Sirait juga menjelaskan kepada kedua wanita tersebut bahwa dengan menggunakan antrean online, peserta tidak perlu menunggu dan mengantre untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tempat ia terdaftar.
“Saya sangat berterima kasih pada BPJS Kesehatan, dan menurut saya Aplikasi Mobile JKN ini merupakan aplikasi yang sangat bagus untuk digunakan,” ucapnya.
Sebagai salah satu pejabat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sibolga yang saat ini sedang bersinergi dengan BPJS Kesehatan untuk mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022, Sirait turut serta mengimbau masyarakat yang akan melakukan jual beli tanah agar terdaftar menjadi peserta Program JKN.
“BPJS Kesehatan ini dibentuk pemerintah untuk meringankan beban finansial kita jika sakit. Kita tidak tahu kapan sakit itu datang. Ketika sakit datang bisa sakit ringan atau bisa sakit berat. Kalau sudah terdaftar sebagai peserta JKN, kita tidak perlu sampai menjual tanah yang sudah dibeli untuk biaya pengobatan nanti,” kata Sirait. (red)


Tinggalkan Balasan