TAPANULIPOST.com – Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani meninjau pelaksanaan ujian seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional Guru Tahun 2021, yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Matauli Pandan, 13 September 2021.

Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani berharap para peserta seleksi khususnya mereka yang sudah lama mengabdikan diri sebagai guru honorer di Tapanuli Tengah, bisa lolos menjadi ASN.

Untuk itu, Bupati meminta para peserta untuk fokus dalam menyelesaikan soal-soal ujian dengan sistem CAT-UNBK tersebut.

“Saya berharap mereka fokus. Saya juga berharap mereka bisa lulus, apalagi bagi mereka yang sudah tua, yang sudah mengabdi 20 sampai 25 tahun,” ujar Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani kepada Tapanulipost.com usai meninjau pelaksanan ujian.

Advertisements

Bupati mengungkapkan, Pemkab Tapteng menggratiskan biaya swab antigen untuk meringankan beban para guru honorer yang ikut seleksi. Vaksinasi dan swab antigen dilakukan untuk memastikan seluruh peserta seleksi bebas Covid-19, atau dalam keadaan sehat.

“Kita gratiskan biaya antigen agar tidak membebani saudara-saudara kita yang ikut ujian, gaji mereka juga pas-pasan,” ungkap Bupati Bakhtiar Sibarani didampingi Sekda Yetty Sembiring.

“Kalau saya berhak mengangkat mereka, saya akan angkat mereka tanpa ujian sekalipun. Kalau bisa katanya tambah 1000 pegawai, saya tambah mereka semua, lolos. Tapi kekuasaan saya tidak ada kesitu dan kita patuh terhadap peraturan dari pemerintah pusat,” lanjut Bakhtiar.

Bupati juga berpesan kepada peserta seleksi agar tidak percaya kepada oknum-oknum yang menjanjikan kelulusan.

“Jangan percaya ada yang bisa meloloskan jadi PNS, jangan percaya kepada oknum-oknum. Dulu pada jaman sebelumnya mungkin bisa terjadi, sekarang jangan percaya karena sistem sekarang beda. Dulu ujian hasilnya mungkin berapa hari kedepan baru diumumkan, sekarang tidak, begitu dijawab langsung keluar hasilnya,” imbaunya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Tapteng, Boy Rahman Hasibuan menjelaskan ujian seleksi penerimaan ASN-PPPK untuk jabatan fungsional Guru diikuti peserta yang lulus dalam seleksi administrasi sebanyak 1.475 orang. Sedangkan jumlah formasi ASN-PPPK untuk jabatan fungsional Guru yang dibutuhkan sebanyak 186 orang.

“Seleksi administrasi dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,” kata Boy.

Ditegaskan, selama mengikuti seleksi, para peserta agar mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh panitia, dan membawa semua persyaratan yang diperlukan dalam pelaksanaan ujian.

Namun lanjut Boy, bagi peserta seleksi yang tidak bisa divaksin seperti ibu hamil, penyintas Covid sebelum 3 bulan serta komorbid penyakit, diwajibkan untuk membawa surat keterangan dari dokter pemerintah.

Boy Rahman menambahkan, Dinas Pendidikan Tapteng telah menerbitkan pengumuman Nomor 4661/B/GT.01.00/2021 tentang penyampaian jadwal tahapan pelaksanaan seleksi Guru ASN-PPPK Tahun 2021.

“Penerbitan pengumuman itu menindaklanjuti Surat Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor: 4661/B/GT.01.00/2021 tentang penyampaian jadwal tahapan pelaksanaan seleksi Guru ASN PPPK Tahun 2021,” jelasnya. (red)