TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Dua nelayan asal Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya berhasil ditemukan setelah hilang kontak selama 5 hari. Dua korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR, Kamis 21 Mei 2020 di Pulau Mursala. Namun salah satunya ditemukan sudah tak bernyawa.
Dua nelayan asal Kecamatan Barus itu berhasil ditemukan dihari ke 4 operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan Basarnas, TNI AL, Polair Sibolga dan Polirud Mabes Polri.
Kapal SAR Nakula milik Basarnas yang mengevakuasi kedua korban telah tiba di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Tapteng, Kamis sore sekira pukul 15.21 WIB.
Kapten KN SAR Nakula, Arotama Telaumbanua didampingi Korpos SAR Sibolga Hari Susanto menjelaskan, kedua korban ditemukan di sekiar lokasi Air Terjun Pulau Mursala.
Disebutkan, korban pertama yang ditemukan adalah Usman Harahap (50). Usman merupakan nahkoda kapal KM 717. Sedangkan kapal mereka sudah tenggelam.
“Korban pertama ditemukan pukul 09.15 WIB. Sedangkan korban meninggal Fami (38) ditemukan sekitar 300 meter dari posisi Usman,” sebut Arotama kepada Tapanulipost.com di Dermaga PPN Sibolga.
Diberitakan sebelumnya, awalnya dua nelayan yang menaiki kapal bernama lambung KM Gemilang 717 GT 02 berangkat melaut dari Kualo Pasar Tarandam Barus pada Jumat (15/5/2020) sekira pukul 14.00 WIB menuju Pulau Mursala untuk menangkap ikan.
Kemudian pada Minggu (17/5/2020) pukul 17.00 WIB, pemilik kapal menghubungi nahkoda lewat telepon seluler secara berulang-ulang, namun tidak dapat tersambung (tidak aktif).
Pemilik kapal selanjutnya menghubungi para nelayan yang melaut di sekitar Pulau Mursala. Namun para nelayan tidak melihat kapal tersebut. (red)


Tinggalkan Balasan