fbpx

Jembatan Batu Lubang Akan Dibangun, BBPJN Gelar Presentase Review Desain

  • Bagikan
Gambar Sketsa Jembatan Batu Lubang. (TAPANULIPOST.com)

TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Jembatan dengan kabel berteknologi tinggi akan dibangun di sisi batu lubang di Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) pada ruas jalan Sibolga-Tarutung, tepatnya pada kilometer (KM) 7+200 hingga KM 8+200.

Jembatan ini direncanakan akan dibangun pada tahun 2017 oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Sumatera Utara, dengan taksiran biaya sekitar Rp 35 miliar.

Balai Besar Pelaksa Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Sumut menggelar presentase review design jembatan batu lubang dalam rangka menerima masukan kearifan lokal dari tokoh masyarakat dan Pemda setempat, Kamis (1/9) di ruang rapat kantor Bupati Tapteng. Masukan kearifan lokal ini nantinya akan dimuat dalam desain jembatan batu lubang.

Hadiri  pada pertemuan tersebut, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)-I Prov Sumut, Ir Paul Ames Halomoan Siahaan, Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Kasatker P2JN) Ir Buyung Sitompul MT beserta tim design jembatan batu lubang, Sekda Pemkab Tapteng, Hendri Susanto Lubangtobing, Asisten I Pemko Sibolga Basar Sibarani, sejumlah SKPD Pemkab Tapanuli Tengah dan Pemko Sibolga, tokoh masyarakat dan lsm.

jembatan-batu-lubang

Kasatker P2JN, Ir Buyung  Sitompul menjelaskan, jembatan kabel yang akan dibangun itu terletak pada kedua sisi tebing terdekat sebelum objek tikungan Batu Lubang.

Jembatan dibuat dengan model jembatan gantung dengan titian yang diikat dengan sejumlah kabel baja-baja prategang pada kedua sisi jembatan. Kabel-kabel tersebut akan ditancap  (model bor) ke dalam bebatuan pada jarak dan jumlah serta kedalaman yang dipastikan aman.

Dengan dibangunnya jembatan tersebut, nantinya objek batu lubang seperti terowongan yang menjadi jalan lintas kendaraan publik selama ini tetap akan berfungsi, baik sebagai ruas jalan maupun sebagai objek wisata khusus berupa peninggalan sejarah kolonial Belanda di masa rodi (kerja paksa).

Batu lubang mirip terowongan berjumlah dua unit pada jarak sekitar 100-an meter dengan ketinggian atau diameter hampir tiga meter.

jembatan-batu-lubang1

Masyarakat dari kedua daerah menyambut baik dan bergembira pembangunan jembatan batu tersebut. Warga berharap pembangunan jembatan segera dilakukan, bukan hanya menjadi rencana saja, sebab rencana pembangunan jembatan ini sudah ada sejak lama.

“Kami sangat bergembira dan bersyukur kepada Tuhan, sehingga pembangunan jembatan gantung batu lubang ini akan dimulai. Dan kami selaku tokoh masyarakat yang ada di kedua daerah ini pasti setuju dan mempercayakan bagaimana desain yang terbaik. Bagi kami dengan dibangunnya jembatan gantung ini, sudah anugerah yang terindah dari pemerintah pusat kepada masyarakat Sibolga-Tapteng,” kata Maruli Firman Lubis, SH selaku Ketua Umum Lembaga Adat Batak Dalihan Natolu, Kabupaten Tapanuli Tengah. (red)

  • Bagikan