fbpx

Sekda Akan Tanya Syarfi Hutauruk Soal Aset Hilang di Rumah Dinas Wali Kota Sibolga

  • Bagikan

SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sibolga Mhd Yusuf Pasaribu mengatakan akan mempertanyakan kepada Syarfi Hutauruk, soal hilangnya sejumlah aset berharga milik pemerintah dari Rumah Dinas Wali Kota Sibolga.

Sekda Yusuf Batubara menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan BPK ditemukan sejumlah barang tidak ada lagi di rumah dinas wali kota Sibolga, yang nilainya sekitar Rp 461 juta.

“Sedangkan di rumah dinas Pak Wakil, barang tidak ada lagi nilainya sekitar Rp 127 juta,” beber Yusuf Batubara.

Yusuf Batubara mengungkapkan, pernah menerima surat dari Wali Kota Sibolga yang lama, Syarfi Hutauruk. Surat tersebut berisi permintaan untuk membawa sejumlah barang dari rumah dinas wali kota.

Baca juga: Petugas Gabungan Sita Belasan Senjata Tajam dan Ponsel di Lapas Sibolga

“Memang ada surat dari pejabat lama yang meminta kepada kami akan membawa barang, beliau bersedia membayar atau membeli melalui lelang. Itu sekitar di bulan Februari. Tetapi prosedur itu belum terlaksana, barang sudah tidak ada lagi,” ungkap Sekda.

“Barang ini tidak seperti membeli di pasar. Harus kita lihat dulu apakah layak untuk dilelang, kemudian menilai barangnya itu harus kita teruskan dulu ke KPKNL. Harusnya barang ini jangan dibawa dulu, tapi ternyata barangnya sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Baca juga: Sejumlah Barang Hilang dari Rumdis Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga, Kerugian Ditaksir Rp 589 Juta

Sekda mengatakan akan segera mempertanyakan kepada Syarfi Hutauruk soal sejumlah barang yang sudah tidak ada lagi di rumah dinas wali kota.

“Saya tadi menjawab ke BPK akan menghubungi yang bersangkutan (Syarfi Hutauruk), agar yang bersangkutan memberikan, bagaimana, apakah dikembalikan, apakah kerugian ini dibayar. Ini masih kita konfirmasi dengan saudara Deswan yang pada saat itu beliau sebagai protokoler wali kota,” ujar Yusuf.

Baca juga: Kerjasama dengan Kejari Sibolga, PLN Berhasil Tagih Utang Pelanggan Rp 137 Juta

“Kita berharap sesegera mungkin. Sebelum BPK membuat hasilnya, kalau bisa sudah selesai sehingga tidak menjadi masalah. Karena ini juga merupakan penilaian terhadap pengelolaan aset dan keuangan di Pemko Sibolga,” harap Yusuf.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah barang berharga yang merupakan aset pemerintah di Rumah Dinas Wali Kota Sibolga, sudah tidak berada di tempat atau dengan kata lain telah hilang.

Baca juga: Wali Kota Sibolga Berkantor di Lapangan Setiap Hari Kerja Hingga Jam 10 Pagi

Hal itu terungkap setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan aset milik Pemko Sibolga, baru-baru ini.

Mendapat laporan dari BPK, Wali Kota Sibolga yang baru dilantik Jamaluddin Pohan langsung menggelar rapat, kemudian meninjau langsung rumah dinas wali kota.

Memang sampai saat ini, Jamaluddin Pohan yang belum menempati rumah dinas sejak dirinya dilantik menjadi Wali Kota Sibolga pada 26 Februari 2021 lalu.

“Saya juga tidak tahu inventaris apa saja yang ada di rumah dinas ini. Tapi setelah ada temuan BPK, kita rapat dengan BPK mengatakan bahwa di rumah dinas wali kota dan wakil wali kota banyak ditemukan barang-barang yang tidak ada lagi tempat, sehingga kita mengalami kerugian sekitar Rp 589 juta. itulah yang dinyatakan oleh BPK,” kata Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan saat meninjau rumah dinas wali kota, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Wali Kota Sibolga Tinjau Tempat Relokasi Pedagang di Stadion Horas

“Setelah kita melihat ke lapangan, ternyata sesuai catatan inventarasi barang, banyak barang yang tidak ada di tempat. Saya tentu bertanya, tapi saya tidak menuduh, mana tahu ada para staf yang mengambil, tapi setelah kita tanya tidak ada pernah. Satpol PP juga tidak pernah mengeluarkan barang tanpa izin,” ungkap Jamaluddin Pohan.

“Itulah makanya kita tanyakan kepada mereka, jangan nanti nuduh orang, nanti kita bilang dia (Wali Kota sebelumnya) yang bawa, tapi ternyata anggota yang keluarkan. Tapi kita tanya sama semua anggota, semua staf kita mengatakan bahwa barang itu tidak pernah ada keluar dari sini buat mereka,” lanjut Jamal.

Baca juga: Wali Kota Sibolga Berang Bongkar Sendiri Meja Belajar yang Rusak

Jamal mengaku kecewa atas hilangnya sejumlah barang dari rumah dinas wali kota, yang membuat dirinya terpaksa menunda memasuki rumah dinas.

“Kalau dibilang kecewa, ya, karena sudah beberapa bulan saya tidak bisa masuk. Seyogianya usai dilantik ya sudah bisa masuk ke rumah dinas, tapi karena banyak kekurangan terpaksa kita tunda. Saat ini saya masih tinggal di rumah pribadi saya,” ujarnya. (red)

  • Bagikan