Hingga 2020, Proyek Rumah Promosi Berbiaya Rp4,2 M di Sibolga Belum Selesai

  • Whatsapp

SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Proyek revitalisasi rumah promosi produk Industri Menengah (IKM) untuk sentra makanan dan minuman di Kota Sibolga belum selesai dikerjakan meski telah berganti tahun. Proyek
senilai Rp4,2 miliar itu, masih terus dikerjakan pihak rekanan PT Merry Lastiur.

Proyek yang beralamat di Jalan Marganti Sitompul (dahulu Jalan Bahagia) di Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sumatera Utara, ini bersumber dari APBD Kota Sibolga tahun anggaran 2019, pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sibolga.

Baca juga :  Proyek Dana Desa di Desa Hurlang Muara Nauli, Kecamatan Kolang Disorot Warga

Muat Lebih

Pantauan di lapangan, sejumlah pekerja masih melakukan kegiatan pekerjaan di dalam bangunan berlantai 4 tersebut. Dilihat dari prosesnya, pekerjaan yang dilaksanakan pihak rekanan adalah proses finishing.

Foto: Papan proyek revitalisasi rumah promosi produk IKM Kota Sibolga.

Plt Kadis Perindag Kota Sibolga, Hendra Darmalius kepada wartawan membenarkan bahwa pihak rekanan masih diperbolehkan melanjutkan proses pekerjaan hingga awal 2020 ini.

Baca juga :  Warga Soroti Penggunaan Material Batu pada Proyek Pembangunan Parit

Sesuai aturan, pihak rekanan diperkenankan mengerjakan proyek meski telah melewati batas waktu pelaksanaan.

“Boleh, diberikan tambahan waktu maksimal 50 hari, dan pihak rekanan dikenakan sanksi denda sebesar 1 per mil dari sisa kontrak,” ungkap Hendra Darmalius ketika dikonfirmasi wartawan Selasa kemarin.

Terpisah, pejabat pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Sibolga yang tak bersedia namanya ditulis, kepada wartawan juga membenarkan bahwa proyek revitalisasi rumah promosi produk IKM untuk sentra makanan dan minuman senilai Rp4,2 miliar tersebut, masih dikerjakan pihak rekanan PT Merry Lastiur.

Baca juga :  Rekanan Keluhkan Banyaknya Kutipan Mengurus Berkas di Tapteng

“Sesuai aturan, pihak rekanannya kena denda, dan masa dendanya itu maksimal 50 hari. Proses pekerjaan tinggal finishing, yakni pemasangan kaca (pabrikasi). Hal ini dapat dimaklumi karena keterlambatan pesanan dari pabrikan,” sebut pejabat itu.(red)

Loading...

Pos terkait