46 Orang Positif Covid-19, Pemko Sibolga Tambah Ruang Isolasi

  • Bagikan
Foto: Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan.

TAPANULIPOST.com – Pemko Sibolga menambah tempat tidur dan ruang isolasi untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kadis Kesehatan Kota Sibolga, Firmansyah Hulu memaparkan, dari data per tanggal 18 Juli 2021, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Sibolga, sebanyak 46 orang.

“24 orang dirawat di RS Swasta Metta Medika II Sibolga, 11 orang di RSU FL Tobing Sibolga, dan 11 orang lagi isolasi mandiri,” kata Firmansyah Hulu ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (19/7/2021).

Di tempat terpisah, Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Sibolga menuturkan, untuk mengantisipasi lonjakan pasien pihaknya sudah menambah ruang isolasi dan 26 tempat tidur.

Baca juga :  Ini Perkembangan Kasus Kematian Pasien RS Sibolga, Polisi Diminta Segera Tetapkan Tersangka

“Sudah kita tambah hari ini sebanyak 26 tempat tidur di Akademi Komunitas Negeri (AKN) Sibolga di Polsek Sibolga Utara. Itulah bentuk penangangan kita,” kata Jamaluddin Pohan saat meninjau kegiatan pemancangan perdana pondasi pembangunan proyek Pasar Modern Sibolga Nauli.

“Dan kami minta kepada masyarakat Sibolga agar tetap mematuhi prokes khususnya PPKM Mikro yang diberlakukan di Kota Sibolga,” imbaunya.

Wali Kota juga mengimbau semua pihak agar sama-sama mematuhi aturan dan menjalin komunikasi yang baik terkait PPKM Mikro yang dilaksanakan di Kota Sibolga.

Baca juga :  Selamat…Martin Tobing Terpilih Jadi Ketua Demokrat Tapteng

Terkait danya kericuhan penjemputan jenazah yang dinyatakan positif Covid-19 dari RSU FL Tobing Sibolga. Jamal mengatakan sudah meminta penjelasan dari pihak rumah sakit.

“Soal jenazah yang dibawa dari rumah sakit itu, sudah kita kita minta penjelasan dari Direktur RSU FL Tobing Sibolga. Kita sudah tekankan kepada pihak rumah sakit supaya hati-hati dalam penangangan pasien,” ungkapnya.

“Artinya, status pasien itu harus dijelaskan kepada keluarga pasien apa penyakitnya sebelumnya, supaya pihak keluarga tidak merasa kaget. Intinya harus terjalin komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan yang memeriksa dengan pasien, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Jamal. (red)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 0811875655
via EMAIL: tapanulipost@gmail.com
Baca juga :  Sadis! Ayah Cabuli Anak Tiri di Bawah Umur hingga Hamil, Lalu Keluarkan Paksa Janinnya
(mohon dilampirkan data diri Anda)
__________________________________
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis Tapanulipost.com tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers Tapanulipost.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online Tapanulipost.com Hubungi kami: tapanulipost@gmail.com
  • Bagikan