fbpx

Kerjasama dengan Kejari Sibolga, PLN Berhasil Tagih Utang Pelanggan Rp 137 Juta

  • Bagikan
Foto: Kajari Sibolga, Henri Nainggolan berpose bersama Manajer PLN Sibolga Deny Fitrianto.

SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Kejaksaan Negeri Sibolga kembali berhasil menyelamatkan uang negara yang berada di tangan pihak lain. Kali ini, Kejari Sibolga berhasil mengembalikan uang ratusan juta rupiah dari pelanggan PT PLN (Persero) UP3 SIBOLGA yang menunggak pembayaran tagihan listrik.

Sebagai langkah mencapai percepatan penagihan piutang pelanggan yang belum tertagih, PT PLN UP3 Sibolga menjalin kerjasama dengan Kejari Sibolga yang tertuang dalam Surat Kuasa Khusus No. 0002.SKU/AGA.04.01/080800/2020 tanggal 01 September 2020.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga, Henri Nainggolan mengatakan, Kejaksaan selaku pengacara Negara, akan selalu siap mendampingi dan membantu menyelesaikan permasalahan untuk mencapai tujuan dan mufakat bersama.

“Permohonan kerjasama yang dilayangkan oleh PLN Sibolga kepada kami, merupakan langkah positif. Mari kita jaga agar hubungan PLN dengan kejaksaan semakin solid,” kata Henri Nainggolan pada kegiatan pers rilis yang digelar bersama PLN Sibolga di Kantor Kejari Sibolga, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Kapolda Sumut: Saya Ingin Personel TNI-Polri Selalu Solid dan Kompak

Oleh karenanya, kata Hendri Nainggolan, pihak segera menindaklanjuti kerjasama tersebut dengan mengundang pihak yang menunggak tagihan listrik, yaitu Dinas Perikanan, Ketahanan Pandan dan Pertanian Kota Sibolga, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Dinas Perikanan bersedia membayar tunggakan tagihan listrik sebesar Rp 137.225.664. Dan telah ditransfer langsung ke rekening PLN UP3 Sibolga pada 30 Maret 2021,” ungkap Henri Nainggolan.

“Kalau memang masih ada lagi pelanggan, terutama instansi Pemerintah yang menunggak tagihan listrik, kami siap bekerjasama memfasilitasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Kajari Sibolga Selamatkan Aset Negara yang Dikuasai Pihak Lain Selama 16 Tahun

Sedangkan, pihak yang menunggak tagihan listrik lainnya yakni PT. Putra Ali Sentosa (PAS) yang beralamat di Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, masih dalam proses penagihan. PT PAS disebut telah menunggak tagihan listrik selama 4 bulan, sekitar Rp 412 juta. Akibatnya, pemutusan aliran listrik sudah dilakukan sekitar lebih kurang 2 tahun lalu.

Baca juga: Wali Kota Sibolga Berkantor di Lapangan Setiap Hari Kerja Hingga Jam 10 Pagi

  • Bagikan