fbpx

Kajari Sibolga Selamatkan Aset Negara yang Dikuasai Pihak Lain Selama 16 Tahun

  • Bagikan

SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga menarik aset Pemko Sibolga dari pihak lain yang sudah dikuasai selama 16 tahun.

Kajari Sibolga Henri Nainggolan bersama Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan, memimpin langsung penarikan aset berupa lahan berukuran 5000 meter persegi yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Rabu (31/3/2021).

Turut hadir Kapolres Sibolga AKBP Triyadi, serta pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Sibolga. Selanjutkan dilakukan pemancangan Plang Tanah Ini Milik Pemko Sibolga, yang dipasang di empat sudut di lahan tersebut.

Kajari Sibolga Henri Nainggolan mengungkapkan, bahwa Pemko Sibolga telah membuat Mou dengan Kejari Sibolga untuk menyelamatkan aset-aset negara milik Pemko yang dari pihak lain.

Baca juga: Jalinsum Sibolga-Tarutung di Km 8 Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Dengan adanya Mou tersebut, Pemko Sibolga memberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejaksaan Negeri Sibolga, untuk menarik semua aset Pemko yang dikuasai oleh pihak ketiga.

“Kami pihak kejaksaan telah menarik sejumlah aset dari pihak ketiga dan kami kembalikan ke pihak Pemko Sibolga. Peran kami hanya menarik aset itu untuk dikelola oleh Pemko. Apabila besok muncul orang yang merasa memiliki lahan ini, silahkan ajukan gugatan ke pengadilan. Kami sebagai Pengacara Negara, siap mendampingi Pemko Sibolga,” kata Henri Nainggolan.

Baca juga: Duta Besar Negara Seychelles Berkunjung ke Imigrasi Sibolga

Henri Nainggolan menjelaskan, awalnya lahan tersebut disewakan oleh Pemko Sibolga kepada pihak lain selama 25 tahun sejak 1980. Namun hingga masa kontrak berakhir sampai 2005, lahan tersebut tidak kunjung dikembalikan.

Hingga kini, tanah berukuran 5000 meter persegi itu dikuasai oleh pihak UD. Budi Jaya. Lahan tersebut dijadikan sebagai tangkahan ikan.

“Kenapa lahan ini kami sita, supaya ketahuan siapa oknumnya. Karena kalau kita hitung-hitung, tanah ini sudah 25 tahun diberikan Pemda untuk dipakai mulai tahun 1980 sampai 2005. Sekarang sudah tahun 2021, berarti sudah dikuasai oleh pihak ketiga selama 16 tahun tidak jelas,” ungkap Henri Nainggolan.

Baca juga: Lahirnya Universitas Kristen Negeri Pertama di Indonesia Akan Jadi Sejarah

“Setelah kami cek dan ricek, ternyata disini sudah ada transaksi, pihak yang mengelola lahan ini mendapatkan Rp.1.000 perkilo ikan yang dibongkar dari kapal yang sandar di tangkahan ini. Belum lagi dari es balok yang masuk Rp1000 perbatang, berapa ribu batang per hari. Coba dihitung perhari, pertahun, puluhan miliar. Tapi tidak ada masuk ke PAD,” bebernya.

Sebelumnya, lanjut Henri Nainggolan, pihaknya juga sudah menarik beberapa aset negara berupa mobil, sepeda motor dan komputer dari pegawai yang sudah pensiun dan yang sudah tidak menjabat lagi.

“Itu sudah kita kembalikan ke Pemko Sibolga. Dan kami akan ada aksi selanjutnya untuk mengembalikan aset milik Pemko yang dikuasai pihak lain,” ujar Kajari.

Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan mengungkapkan, bahwa eksekusi lahan tersebut dilakukan lantaran masa sewa tanah tersebut telah berakhir sejak 2005 lalu.

Baca juga: Kepengurusan GAMKI Sumut Dibekukan

“Tidak ada perpanjangan dari pihak penyewa pertama setelah masa sewanya habis pada tahun 2005 lalu, makanya kita eksekusi hari ini,” kata Jamal Pohan.

Pantauan di lokasi, kegiatan penarikan aset negara tersebut berjalan dengan lancar tanpa perlawanan dari pihak UD. Budi Jaya. (red)

  • Bagikan