Terungkap Motif Pelaku Tega Habisi Teman Kerjanya, Rencanakan Pembunuhan Sudah 1 Bulan

  • Whatsapp
Foto: Foto: Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto didampingi Waka Polres Kompol Rokhmat gelar konferensi pers terkait penangkapan pelaku pembunuhan di Desa Mela II.

TAPANULI TENGAH, TAPANULIPOST.com – Dalam tempo tiga hari, Polres Tapanuli Tengah berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan yang terjadi pada Jumat 18 Desember 2020 lalu di Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng.

“Terduga pelaku ditangkap di areal Kebun Sawit ,ilik Perusahaan RMA di Desa Sikara-Kara II, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin 21 Desember 2020 dini hari lalu,” kata Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, dalam keterangan persnya bersama para perwira Polres Tapteng di Mapolres Tapteng di Pandan, Rabu sore (23/12/2020).

Bacaan Lainnya

Nicolas mengatakan, ketika ditangkap pelaku sama sekali tidak melakukan perlawanan dan kooperatif.

Bahkan terduga pelaku juga mengakui kejadian kronologis pembunuhan tersebut serta barang bukti (Barbut) seperti parang yang digunakannya untuk menghabisi nyawa korban serta barbut lainnya, seperti tuak masak (Miras) dan sandal.

“Pengakuan tersangka, mereka sama-sama bekerja di lokasi tersebut, dan selama itu komunikasi antara mereka tidak baik dan puncaknya malam kejadian itu. Tersangka dihabisi usai meminum minuman keras dengan mempergunakan senjata tajam dari arah belakang, dan membacoknya,” beber Kapolres Tapteng.

Dihadapan awak media, tersangka ATJ mengakui telah merencanakan perbuatannya satu bulan sebelum kejadian.

“Kami sama bekerja sudah 3 bulan. Saya sakit hati sama dia (korban,red) sudah satu bulan ini Pak,” aku tersangka, namun tak menerangkan apa alasan sehingga ia sakit hati.

Sebelumnya diberitakan, kasus penemuan mayat korban menghebohkan warga setempat. Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik bangunan yang saat itu hendak mengantarkan makan siang.

Saat ditemukan, posisi korban telungkup, dan kepalanya mengalami luka bacok hingga banyak darah bercucuran ke tanah.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340, dan Pasal 338 KUHPidana. (red)

Pos terkait