Setelah Ditangani Kajari Sibolga 144 KK Akhirnya Dapat BLT Dana Desa, Sebelumnya Hanya 15 KK

  • Whatsapp
Foto: Kajari Sibolga, Henri Nainggolan foto bersama penerima BLT Dana Desa Sugasuga Hutagodang. (Preddy Situmorang/TAPANULIPOST.com)

TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga langsung bergerak cepat menyelesaikan permasalahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak COVID-19 yang terjadi di Desa Sugasuga Hutagodang, Kecamatan Pasaribu Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Setelah ditangani Kajari Sibolga, akhirnya 144 kepala Keluarga (KK) di desa itu bisa mendapatkan BLT dari dana desa, yang sebelumnya hanya 15 KK saja.

“Munculnya permasalahan ini ketika kami dari Kejaksaan Negeri Sibolga mengisi acara ‘Jaksa Menyapa’ melalui siaran RRI Sibolga. Dan kebetulan topik kami saat itu membahas BLT COVID-19. Ternyata usai acara siaran itu, ada warga yang datang membuat pengaduan kepada kami terkait jumlah penerima BLT di Desa Sugasuga Hutagodang hanya 15 KK,” kata Henri Nainggolan kepada Tapanulipost.com di Sibolga.

Bacaan Lainnya

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga, Henri Nainggolan mengatakan, pihaknya langsung turun ke Desa Suga-suga Hutagodang setelah mendapat laporan dari salah seorang warga desa setempat. Respon cepat pun segera dilakukan agar permasalahan tidak meluas seperti yang terjadi di Madina.

“Setelah dicek dan ditinjau dengan aturan dan anggaran yang ada, akhirnya terjadi kesepakatan jumlah penerima BLT bertambah dari 15 KK menjadi 144 KK, karena besaran anggaran dari dana desa untuk BLT COVID-19 hanya sebesar 30 persen,” ungkap Henri Nainggolan.

Tidak butuh waktu yang lama bagi Kejari Sibolga untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hingga akhirnya penyaluran BLT kepada 144 KK dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2020 di Desa Sugasuga Hutagodang, dan dihadiri langsung oleh Kajari Sibolga, Henri Nainggolan.

“Hari ini saya turun langsung ke lokasi bersama Kasi Intel dan Kasi Datun untuk menyaksikan proses pencairan BLT kepada masyarakat, sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar jangan mau terprovokasi, yang dapat menyebabkan terjadi kerusuhan seperti di daerah lain hanya gara-gara BLT,” ungkapnya.

Foto: Kajari Sibolga, Henri Nainggolan foto bersama penerima BLT Dana Desa Sugasuga Hutagodang. (Preddy Situmorang/TAPANULIPOST.com)

Henri Nainggolan mengungkapkan, pihaknya bisa saja memproses hukum terkait permasalahan BLT tersebut. Namun menurutnya, hal itu bukan menjadi solusi, karena rakyat membutuhkan bantuan apalagi di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Dengan adanya tindakan preventif (pencegahan) yang dilakukan Kejaksaan, sehingga apa yang diharapkan masyarakat bisa diperoleh.

“Kami di Kejaksaan ini selalu diingatkan oleh Kejaksaan Agung, agar mengutamakan pembinaan baru penindakan. Karena tidak selamanya penjara menyelesaikan masalah,” tukasnya.

Kepala Desa Sugasuga Hutagodang, Antonius Habeahan (36) mengakui, bahwa awalnya penerima BLT di desanya hanya 15 KK. Setelah mendapat arahan dan bimbingan dari Kajari Sibolga, sehingga ada solusi yang tidak menyalahi aturan terkait penambahan jumlah penerima BLT tersebut.

“Jadi hari ini kami menyerahkan BLT COVID-19 dari dana desa dua bulan sekaligus sebesar Rp1,2 juta per KK, kepada 144 penerima. Dan untuk tahap ketiga nanti di bulan Juli jumlah dan penerimanya juga tetap sama. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada pak Kajari Sibolga yang sudah mau mengarahkan kami, sehingga hal ini bisa terlaksana dengan baik,” kata Antonius ketika dikonfirmasi wartawan.

“Dan saya juga berterima kasih kepada masyarakat Desa Sugasuga Hutagodang walaupun ada kesalahpahaman atau kesilapan kami, kita tetap masih bisa berkomunikasi untuk saling memperjelas. Marilah kita pertahankan kekompakan di Desa kita ini,” ucapnya.

Imbauan yang sama juga turut disampaikan Camat Pasaribu Tobing, Hermand Habayahan yang turut hadir dalam kegiatan itu. Ia meminta warga desa setempat untuk tetap menjalin komunikasi yang baik dengan kepala desa dan aparatnya. Dia juga meminta aparat desa supaya tetap transparan ke depan, sehingga tidak terjadi lagi permasalahan.

Amatan di lokasi, 144 KK warga desa setempat tampak sangat senang menerima BLT dari dana desa. Masing-masing kepala keluarga menerima uang sebesar Rp1,2 juta untuk bulan Mei dan Juni.

Penerima BLT mengaku senang dan berterima kasih kepada Kajari Sibolga, Camat, Kepala Desa dan semua aparat yang sudah memperjuangkan jumlah penerima BLT dari 15 KK menjadi 144 KK.

“Marilah kita berdoa agar corona ini cepat hilang. Dan bantuan BLT ini akan kami pergunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan kami dan juga untuk kesehatan kami. Sekali lagi terima kasih kepada bapak Jaksa Sibolga yang sudah datang menjumpai dan membantu kami,” kata R Sihite (68). (red)

Pos terkait