TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Pastor Rantinus Manalu mengatakan, visi utamanya menjadi Bupati Tapanuli Tengah jika dipercaya masyarakat adalah untuk memberikan keadilan terutama kepada masyarakat kecil di Tapanuli Tengah.

Sebab selama ini Pastor Rantinus yang aktif melakukan pendampingan masyarakat terkait dengan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM), merasa prihatin atas ketidakadilan yang sering terjadi ditengah masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Visi utama saya, keadilan dan kebenaran supaya ada di Tapteng terutama untuk masyarakat kecil. Dan juga membuat perubahan  menuju sejahtera,” kata Rantinus didampingi pasangannya Ustad Sodikin Lubis, usai menyerahkan berkas dukungan ke KPU Tapteng, Rabu (10/8).

pastor-rantinus1

Menurut Pastor Rantinus Manalu, keikutsertaannya menjadi balon Bupati di Pilkada 2017 atas adanya dorongan dari masyarakat yang menginginkan perubahan. Masyarakat yang menginginan Pastor Rantinus dan Ustad Sodikin Lubis memimpin Tapteng, berusaha mengumpulkan sendiri KTP sebagai syarat dukungan untuk bisa maju melalui jalur Independen.

“Masyarakat menginginkan perubahan, mereka mengusulkan supaya kami berpasangan, dan itu nyata, mereka sendiri yang mengumpulkan kebanyakan KTP yang terkumpul sekarang,” ungkapnya.

Ditanya soal Keuskupan yang tidak memberikan ijin terkait pencalonannya tersebut. Pastor Rantinus mengatakan tetap optimis maju di Pilkada karena negara memperbolehkan siapa saja untuk menjadi Kepala Daerah.

“Menjadi bupati atau tidak, yang ada itu aturan Negara ini, PKPU dan UU, bukan hukum gereja. Maka yang ditempuh itu dari UU Negara. Kalau saya tidak diperkenankan, tetapi Negara memperkenankan, bisa kan? Kalau dilarang oleh Keuskupan atau Gereja, bukan berarti seorang Pastor tidak bisa oleh Negara,” ujarnya.