TAPANULIPOST.com – Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk melakukan transaksi perdagangan menggunakan mata uang rupiah dan won.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea (BoK), pada Selasa (3/5/2023).

Dalam kesepakatan ini, kedua negara sepakat untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan bilateral.

Transaksi yang dilakukan menggunakan rupiah dan won akan menghindari risiko fluktuasi kurs dan biaya konversi mata uang asing yang biasanya dibebankan pada kedua belah pihak.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya BI untuk meningkatkan penggunaan rupiah sebagai mata uang internasional.

“Kami berharap penggunaan rupiah dalam transaksi perdagangan bilateral dengan Korsel dapat meningkatkan volume perdagangan dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” ujarnya dalam konferensi pers setelah penandatanganan nota kesepahaman.

Sementara itu, Gubernur BoK, Lee Ju-yeol menyatakan bahwa penggunaan won dalam transaksi dengan Indonesia juga akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Transaksi yang menggunakan mata uang lokal dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan mengurangi risiko fluktuasi kurs, sehingga akan meningkatkan perdagangan antara kedua negara,” ujarnya.

Kesepakatan ini diharapkan dapat mendorong perdagangan bilateral antara Indonesia dan Korsel yang saat ini mencapai angka USD 20,6 miliar pada tahun 2022, meningkat 15,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, kesepakatan ini juga akan memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara yang sudah terjalin sejak lama. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Tapanulipost.com diĀ GOOGLE NEWS