fbpx

Tanamkan Nilai Anti Korupsi Kepada Kaum Milenial, Kajari Sibolga: Kenali Hukum, Jauhi Hukuman

  • Bagikan

TAPANULI TENGAH, TAPANULIPOST.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga menggelar acara “Jaksa Menyapa” pada, Kamis (18/3/2021) di SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah.

Kegiatan tersebut bertema: membangun generasi milenial sebagai generasi sadar hukum untuk cegah dini korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga, Henri Nainggolan selaku narasumber dalam acara tersebut, menanamkan nilai-nilai anti korupsi kepada para pelajar sebagai kaum milenial.

Kajari juga memberikan berbagai penjelasan guna menumbuhkan kesadaran hukum bagi generasi muda untuk berperilaku anti korupsi. Henri Nainggolan juga menanamkan karakter kepada generasi muda agar mau berlaku jujur dalam hidupnya.

Baca juga: Imigrasi Sibolga Bentuk Tim PORA Kecamatan Se-Tapanuli Selatan

“Untuk dapat mencegah perbuatan korupsi atau pelanggaran hukum, harus terlebih dahulu mengenali hukum. Kenali hukum, jauhi hukuman,” tegas Kejari.

Menurut Henri Nainggolan, ditanamkannya nilai-nilai antikorupsi sejak dini bertujuan agar kaum milenial memiliki jiwa antikorupsi. Jiwa antikorupsi inilah yang akan menjadi benteng bagi mereka untuk tidak melakukan perbuatan korupsi jika mereka sudah dewasa kelak.

Baca juga: Kakek Tukang Becak Sakit dan Tak Terurus Dievakuasi ke RSU Sibolga, Mengaku dari Muara Taput

“Jadi mari kita mulai dari diri sendiri untuk patuh aturan dan tidak melakukan korupsi. Karena korupsi itu banyak jenisnya, termasuk korupsi waktu dan juga mulai berbohong kepada orang tua. Salah satu contoh, anak disuruh membeli buku seharga Rp25 ribu, tetapi dia bilang harganya Rp30 ribu,” papar Henri.

“Itulah salah satu contoh ciri-ciri korupsi yang dimulai dari sejak dini. Jadi korupsi itu bukan suatu penyakit keturunan, atau pun penyakit menular. Tetapi korupsi itu, munculnya kesempatan, keinginan dan ada kekuasaan,” tambahnya.

Baca juga: Anak Tenggelam di Sungai Ditemukan Tersangkut di Jaring

  • Bagikan