TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya menyurati agen penyalur gas elpiji bersubsidi 3 Kg untuk menghentikan penyaluran elpiji ke pangkalan “nakal” yang menjual harga diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kita sudah surati agennya, tadi suratnya sudah saya antarkan langsung ke kantor agen,” kata salah seorang staf Disperindag bermarga Lubis kepada awak media ini, Senin, 26 Februari 2018.

Dalam surat itu, Disperindag meminta agen elpiji PT Nauli Saddhana Pratama untuk menghentikan pendistribusian/penyaluran elpiji ke pangkalan UD GM di Kecamatan Pinangsori.

Dikatakan, jika nantinya pihak agen tetap mendistribusikan elpiji ke pangkalan dimaksud, maka Disperindag akan bertindak tegas terhadap agen PT Nauli Saddhana Pratama.

“Kalau agen tetap menyalurkan gas elpiji ke pangkalan UD Gimo, maka agen nya akan kita proses,” tegasnya.

[irp posts=”3073″ name=”Warga Pinangsori Lapor ke Dinas Perindag Ada Pangkalan Jual Elpiji 3Kg Rp25 Ribu Per Tabung”]

Sebelumnya, warga Pinangsori melaporkan pangkalan UD GM milik bernama Gimo karena menjual elpiji bersubsidi diatas HET yakni seharga Rp25 ribu kepada masyarakat.

Kalintan, mewakili warga Pinangsori datang melapor ke kantor Disperindag Tapteng, Rabu, (21/2) dengan membawa berkas berisi sejumlah tanda tangan warga yang menyatakan membeli elpiji di UD GM seharga Rp25 ribu.

[irp posts=”3120″ name=”Di Pinangsori Pengecer Jual Elpiji 3Kg Seharga Rp28 Ribu”]

Menurut Kalintan, hingga Minggu (25/2) pangkalan UD Gimo masih menjual elpiji ke pengecer dengan harga Rp25 ribu.

“Saya masih lihat pekerja UD Gimo mengantarkan elpiji ke pengecer. Mereka menjual dengan harga Rp25 ribu,” ungkap Kalintan.

[irp posts=”3124″ name=”Elpiji 3 Kg dari Tapsel Dijual Seharga Rp28 Ribu di Tapteng”]

Warga Pinangsori ini meminta pihak Pertamina maupun agen penyalur segera bertindak tegas dan tidak lagi mendistribusikan elpiji kepada pangkalan yang nakal itu.

“Maunya jangan diantar lagi gas ke pangkalan itu, masih ada pangkalan lain yang jual harga Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Soalnya dari informasi yang dapat gara-gara UD Gimo, jatah ke pangkalan lain jadi lebih sedikit,” pungkasnya. (Syabil/RED)