Kehadiran Perempuan Bikin Budaya Tambang Jadi Lebih Lembut

  • Bagikan
Foto: PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe menggelar acara zoom meeting bertema The Future Has No Gender, merupakan puncak perayaan Hari Kartini 2021.

TAPANULIPOST.com – Tambang selalu dikonotasikan sebagai tempat kerja laki-laki. Pasalnya, lingkungan tambang selalu digambarkan sebagai dunia kerja yang keras dan penuh risiko. Namun saat ini banyak perempuan yang bekerja di tambang, salah satunya di Tambang Emas Martabe Batang Toru.

Di tambang emas yang dikelola PT Agincourt Resources itu, perempuan bukan hanya bekerja di bagian administrasi saja, tapi juga mengoperasikan alat berat di tambang.

Hal itu diungkapkan General Manager Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis dalam zoom meeting yang digelar PT Agincourt Resources, Rabu (21/4/2020).

Acara zoom meeting bertema The Future Has No Gender ini merupakan puncak perayaan Hari Kartini 2021 yang digelar Tambang Emas Martabe.

Baca juga: Kejari Sibolga Siap Dukung BPJamsostek Implementasikan Instruksi Presiden

Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual tersebut dimoderatori seorang artis bernama Indra Bekti.

Helianti Hilman selaku CEO Javara Indonesia dan Food Biodiversity Entrepreneur, juga dihadirkan menjadi narasumber pada acara tersebut. Helianti merupakan sosok Kartini masa kini. Ia seorang pengusaha sukses di bidang pangan.

Acara ini diikuti para karyawan dan jajaran pimpinan perusahaan PT Agincourt Resources. Diantaranya, Direktur Operasional PTAR Darryn McClelland dan Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono.

Rahmat Lubis mengungkapkan, Tambang Emas Martabe memiliki kebijakan keberagaman gender (Gender Diversity). Dengan kebijakan ini, tidak ada perbedaan berarti antara karyawan perempuan dan pria. Karyawan perempuan dapat bekerja, mendapatkan posisi, hak dan kewajiban yang sama dengan karyawan pria.

Baca juga :  Tambang Emas Martabe Gelar Vaksinasi Gotong Royong Tahap Pertama

“Tambang tidak lagi hanya boleh dikerjakan oleh para pria, tapi juga perempuan. Dunia tambang adalah dunia laki-laki, tapi dari sepuluh tahun terakhir terjadi pergeseran. Saya memahami, mengikutsertakan perempuan adalah bagus,” kata Rahmat.

Baca juga: Hati-Hati Situs Palsu, Scammer Indonesia Curi Rp 875 Miliar Dana Bansos Covid-19 Amerika

Foto: Safety Supervisor, OHS Triana Primadewi sedang menggunakan sound level meter untuk mengukur dan memastikan tingkat dan kontrol risiko kebisingan di sekitar area kerja Tambang Emas Martabe.

Menurutnya, kehadiran perempuan membuat suasana kerja di lingkungan pertambangan menjadi lebih kondusif.

“Kehadiran perempuan di dunia tambang membuat budaya tambang menjadi lebih lembut. Dulu di tambang sering terjadi perkelahian, karena laki-laki semua. Tapi dengan kehadiran perempuan, para laki-laki menjadi malu berkelahi,” ungkapnya.

Rahmat menyebut, Tambang Emas Martabe sudah mengimplementasikan kebijakan keberagaman gender sejak beberapa tahun lalu.

Diantaranya, kebijakan yang melindungi seluruh karyawan dari kasus pelecehan atau anti harassment.

“Perempuan mungkin menjadi minoritas, tapi tidak boleh merasa terancam. Di Martabe tidak boleh ada harassment, kalau ada perlakuan tidak pantas, kita tidak peduli jabatannya apa kalau ada isu harassment, kita tidak akan pernah toleransi,” tegas Rahmat.

Baca juga: Tabebuya Asal Brazil Akan Ditanam di Sibolga, Begini Keindahannya

Kemudian, juga ada kebijakan terhadap karyawan yang sedang hamil, agar mereka dapat bekerja selama yang memungkinkan dan mereka bisa lebih nyaman.

“Misalnya memindahkannya ke pekerjaan baru, agar nyaman dan bayinya tetap sehat. Di semua kantor ada ruang laktasi, jadi kalau ada yang ingin menyimpan susunya ada ruangan diberikan, kita juga punya jadwal cuti, dimana bapak-bapak yang mana istrinya melahirkan kita berikan libur selama dua minggu,” paparnya.

Baca juga :  Jelang Lebaran, Anak Yatim dan Lansia di 15 Desa Lingkar Tambang Emas Martabe Dapat Santunan

Rahmat menyatakan, bahwa Tambang Emas Martabe akan terus meningkatkan komitmen terhadap kebijakan keberagaman gender. Pihaknya menargetkan jumlah karyawan perempuan sebanyak 30 persen hingga beberapa tahun ke depan.

“Dari 2600 jumlah karyawan Tambang Martabe 25%-nya diisi oleh perempuan. Jika posisi laki-laki dan perempuan itu berimbang, maka pekerjaan akan lebih mudan dan produktif, maka performance perusahaan juga akan semakin bagus. Sehingga kita akan terus mendorong peningkatan keberagaman gender di tambang martabe menjadi 30%,” tukasnya.

Baca juga: Kades Aek Pardomuan Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Bermodus Judi Togel Setelah Pura-pura Jadi Bandar

Pada kesempatan itu, Direktur Operasional PTAR Darryn McClelland mengucapkan selamat Hari Kartini. Darryn mengaku senang berkesempatan merayakan Hari Kartini bersama para karyawan.

“Selamat Hari Kartini! Sangat senang sekali kita semua bisa hadir pada kesempatan ini untuk merayakan Hari Kartini, yang tentu saja diselenggarakan secara virtual. Selama pandemi COVID-19 ini kita semua dituntut untuk selalu kreatif dan terus bersemangat untuk memberikan nilai serta kontribusi kepada seluruh pemangku kepentingan,” kata Darryn.

Darryn mengungkapkan, PT AR merupakan perusahaan yang menyadari betul pentingnya keberagaman untuk mengembangkan respon cepat dan inovatif terhadap tantangan ke depan. Manajemen perusahaan sangat serius untuk menerapkan kebijakan keberagaman gender.

“Kami mulai menerapkan keberagaman gender ini sejak 21 April 2016,” sebut Darryn.

Baca juga: DPRD Tapteng Pertanyakan Tangki Timbun BBM PT Indra Angkola

Diungkapkannya, keberagaman gender yang ada di PTAR, sejauh ini telah memberikan banyak manfaat, di antaranya: keluasan ide untuk mendukung penyelesaikan masalah, dan kesempatan berinovasi, peningkatan kualitas personal yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan perusahaan, akses yang lebih luas untuk menjaring bakat-bakat potensial dalam rekrutmen karyawan, serta tentu saja pengembangan perspektif yang berbeda dalam lingkungan kerja.

Baca juga :  Tambang Emas Martabe Konsisten Kelola Lingkungan, Kualitas Biota Air di Sungai Batangtoru Masih Terjaga

“Kami meyakini, penerapaan keberagaman gender di perusahaan tidak hanya soal kuantitas atau seberapa banyak karyawan perempuan yang ada, tapi yang paling penting adalah dari sisi kualitas, salah satunya yakni penciptaan lingkungan kerja yang mendukung keberagaman gender, serta pemberian kesempatan yang sama bagi seluruh gender untuk meningkatkan kemampuan professionalnya,” tukasnya.

Baca juga: Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sibolga

Menurut dia, keberagaman gender telah membuat PTAR menjadi perusahaan dan organisasi yang mengalami kemajuan yang luar biasa. PTAR akan secara konsisten menerapkannya. Sukses di Martabe tidak memandang gender, begitu juga dengan masa depan.

“The future has no gender. Semuanya memiliki kesempatan yang sama, porsi kontribusi yang sama, baik untuk keluarga maupun perusahaan. Ke depan, kami percaya, keberagaman dapat meningkatkan performa perusahaan dan membuka luas kesempatan bagi kami untuk terus berinovasi,” katanya. (red)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 0811875655
via EMAIL: tapanulipost@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)
__________________________________
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis Tapanulipost.com tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers Tapanulipost.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online Tapanulipost.com Hubungi kami: tapanulipost@gmail.com
  • Bagikan