Ketua Umum P4BSU Sebut Manager PLN Area Sibolga Arogan

oleh
Foto : Upaya pemutusan aliran listrik oleh PLN nyaris ricuh. (Preddy.S/TAPNULIPOST.com)

TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Tindakan pihak PLN Area Sibolga yang ingin memutus aliran listrik di pabrik karet PT Anugerah Sibolga Lestari mendapat kritikan keras dari Lembaga Peduli Pengembangan Pembangunan Pantai Barat Sumut (P4BSU). Ketua Umum P4BSU Jamil Zeb Tumori, SH menilai tindakan tersebut merupakan bentuk arogansi Manager PLN Area Sibolga.

Jamil Zeb Tumori mengatakan, jika menilik persoalan yang terjadi, kerusakan pada peralatan listrik merupakan salah satu bentuk tidak profesionalnya kinerja PLN Area Sibolga. Jamil menegaskan, kesalahan yang disebabkan pihak PLN seharusnya tidak ditanggungkan kepada pelanggan.

“Kesalahan yang disebabkan pihak PLN itu tanggung jawab mereka sendiri. Jika pihak PLN yang salah mengukur, kok perusahaan getah yang disalahkan? Jangan bebankan ketidak profesionalan kerja anda hingga berefek buruk kepada ratusan pekerja pabrik,” kata Ketua Umum P4BSU Jamil Zeb Tumori, Jumat, 1 Desember 2017.

Jamil menyebut, upaya pemutusan listrik yang dilakukan PLN Area Sibolga terhadap sebuah perusahaan yang mempunyai banyak pekerja tanpa kepastian hukum adalah sebuah bentuk arogansi.

Baca juga :  Tak Terima Nunggak Rp4,5 Milyar, Pemutusan Listrik di Pabrik Karet Sarudik Nyaris Ricuh

Sebab menurut Jamil, persoalan yang dihadapi pabrik karet tersebut belum tentu kesalahan pihak perusahaan itu sendiri. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penyelidikan dan kajian lebih lanjut terhadap kasus ini.

“Jangan langsung main putus saja. Manager PLN Area Sibolga ini arogan tidak menentu, bergaya Hitler, bertindak tanpa solusi. Jika listrik di pabrik itu diputus maka pengangguran akan terjadi. Kasus ini harus diselidiki dulu, jangan asal main putus, pikirkan para pekerja yang akan jadi korban,” ujar Jamil.

Jamil pun meminta Anggota DPRD Tapteng turun tangan membantu persoalan yang dihadapi PT Anugerah Sibolga Lestari. Sehingga tidak ada pihak yang akan jadi korban akibat kebijakan yang keliru.

“Kita minta para wakil rakyat di Tapteng memberikan atensinya terhadap kasus ini. Ini menyangkut nasib banyak orang. Sebagian pekerja di pabrik itu juga warga Kota Sibolga jadi wajar wakilnya angkat bicara,” tukas Wakil Ketua DPRD Sibolga itu.